Bumi Damai Al-Arifin
Kamis, 13 Juni 2024
Membayar Pajak membantu Pendidikan
Rabu, 12 Juni 2024
Teks Khutbah; Hari Raya dan Kegembiraan Bersama
Teks Khutbah Intisari Ibadah Kurban
Teks Khutbah Jum'at; Istiqomah Berqurban Setiap Tahun dengan Menabung
Khutbah Jum'at; Menjemput Kendaraan Akhirat (Qurban)
Minggu, 26 Mei 2024
Dari JNE untuk Indonesia
Minggu, 02 Oktober 2022
Keutamaan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Keutamaan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Alhamdulillah, sekarang ini kita telah memasuki bulan Rabi’ul Awal
1441 H, dalam bahasa Jawa biasa kita sebut dengan bulan Maulud atau bulan
Maulid. Sebutan ini selaras dengan makna harfiahnya, momen kelahiran, lebih
tepatnya kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi Muhammad SAW
merupakan kenikmatan yang sangat besar dari Allah bagi seluruh alam. Penting
bagi kita sebagai umat Islam untuk bersyukur atas kelahiran Nabi dan
mengekspresikan kegembiraan dan kebahagiaan ketika memperingati Maulid Nabi.
Maka pada bulan rabiul awal ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan
dimanapun, misalnya Pondok Pesantren, Masjid, Mushola, Jama’ah Sholawat,
Yasinan, sampai rumah-rumah orang yang ingin sekali bersyukur dan bergembira
atas lahirnya Beliau mengadakan Peringatan Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk
bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya. Penulis Mengutip
Perkataan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al-Hasani dalam kitab
Mafahim Yajib an Tushahhah bahwa Maulid Nabi adalah tradisi dan adat
kebiasaan yang baik. Dikategorikan tradisi yang baik, karena substansi
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki banyak manfaat dan kebaikan
bagi masyarakat, seperti meneladani prilaku Nabi, pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an,
dzikir, tahlil, kalimat thayyibah, pembacaan sejarah dan perjuangan Nabi
Muhammad SAW, supaya kita sebagai umatnya lebih kenal dan cinta dengan Nabinya,
sebab mencintai Nabi Muhammad SAW harus mengenal dan cinta kepada keluarga
beliau.
Tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awal semua makhluk Allah yang
berada di langit maupun dibumi bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW,
sampai paman beliau Abu Lahab yang kafir memerdekakan seorang budak yang
bernama Tsuwaibah, karena sangat bergembira dan bersyukur dengan kelahiran
keponakannya yang diberi nama Muhammad (Orang yang dipuji), lebih tepatnya
Abdul Mutholib memberikannya nama Muhammad supaya semua makhluq memujinya. Dan
itu semua terbukti, ketika Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah menjadi Khoirul
Anbiya’ wa Al Mursalin (sebaik-baik para nabi dan utusan Allah), sebab hanya
Nabi Muhammad yang mampu memberikan syafa’at besok dihari qiyamat.
Berbicara tentang keutamaan memperingati Maulid Nabi, Penulis
Mengutip Beberapa perkataan para Sahabat Nabi dan Para Ulama’ Salafus Sholih yang
ditulis oleh Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’I (lahir
899 – wafat 974 H) dalam kitab An-Ni’matul Kubro ala Al-Alam fi Maulidi Sayyidi
waladi Adam, yang juga sering dikutip oleh As-Syaikh Moch. Djamaluddin bin
Ahmad Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Keutamaan yang pertama
dawuh dari Abu Bakar Ash-Shiddiq “Barang siapa yang menginfaqkan satu dirham
(kurang lebih Rp. 200.000) atas dibacakannya Maulid Nabi, Maka ia adalah
temanku di surga”. Keutamaan yang kedua dawuh dari Umar bin Khottob “ Barang
siapa mengagungkan Maulid Nabi, sungguh ia telah menghidupkan agama islam”.
Keutamaan yang ketiga dawuuh dari Utsman bin Affan “Barangsiapa menginfaqkan
satu dirham atas dibacakannya Maulid Nabi, maka seakan-akan ia ikut menyaksikan
perang badar dan perang hunain”, dimana ketika meninggal dianggap sebagai Syahid.
Keutamaan yang ke-empat Sayyiduna Ali KMW, berkata, “Barangsiapa yang
mengagungkan maulid Nabi SAW dan ia menjadi sebab dibacanya maulid Nabi SAW,
maka ia tidak meninggal dunia kecuali dengan membawa iman dan masuk surga tanpa
hisab”. Keutamaan yang ke-lima Syekh Hasan al-Bashri berkata, “Aku senang
apabila memiliki sebesar gunung uhud berupa emas kemudian aku infaqkan atas
dibacanya maulid Nabi SAW”. Keutamaan yang ke-enam Syekh Junaid al-Bagdadi
berkata, “Barangsiapa menghadiri maulid Nabi dan mengagungkan derajatnya
sungguh ia beruntung dengan iman”. Keutamaan yang ke-tujuh Ma’ruf al-Karkhi
berkata, “Barangsiapa menghidangkan makanan atas dibacanya maulid Nabi SAW,
mengumpulkan kawan-kawanya, menyalakan mampu, memakai baju baru, membuat asap
wangi (membakar dupa atau kayu garu), dan memakai minyak wangi untuk
mengagungkan maulid Nabi SAW maka Allah SWT akan mengumpulkannya pada hari
kiamat bersama golongan yang pertama dari para nabi dan berada di derajat yang
paling luhur”.
Apa yang dikatakan oleh Ma’ruf al-Karkhi adalah kesunahan dan
keutamaan ketika memeringati maulid Nabi SAW, yaitu dengan mengunpulkan teman,
menyalakan lampu-lampu, memakai baju baru, menyalakan kayu garu (dupa), memakai
minyak wangi dengan niat mengagungkan maulid Nabi SAW, maka dijanji oleh Allah
masuk surga dengan golongan yang pertama yaitu golongan para nabi di surga A’la
Illiyin”.
Kenapa sampai seperti itu Allah di dalam memuliakan orang yang
memeringati maulid Nabi SAW?. Karena menghormati maulid Nabi SAW dengan merasa
senang dan gembira dengan Nabi SAW adalah perintah Allah seperti dalam QS.
Yunus 58 :
Artinya, Katakanlah (Wahai Muhammad), "Dengan kurnia Allah dan
rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya
itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". Fadlillah dalam
ayat tersebut maknanya adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedangkan
“Rahmatillah” berarti diutusnya Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu ada ayat QS
Al-Anbiya 107 :
Sebab fadlillah dan rohmatilla itulah kita diperintahkan untuk
“Yafrohu” yaitu bergembira dan yang demikian itu lebih baik daripada apapun yang
kita kumpulkan. Dr. Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, menerangkan
bahwa merasa gembira dengan dilahirkannya nabi SAW membawa makna fadilah yang
sangat besar kepada siapapun, lebih-lebih kepada orang Islam. Karena orang
kafir saja, yaitu orang yang memusuhi nabi, dan berniat membunuh nabi, seperti
Abu Lahab dapat merasakan manfaat dari bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad
SAW seperti keterangan dalam hadist Al-Bukhori. Serta masih banyak lagi
keutamaan-keutamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penulis melalui keterangan Ngaji Bab Maulid Nabi Muhammad menyimpulkan bahwa kalau mempunyai rizki,
jangan sampai ketinggalan memberikan sumbagan untuk acara Maulid Nabi SAW, Jadi
diusahakan jangan sampai tidak menyumbang. Kalau memang terpaksa tidak punya
uang sehingga tidak bisa menyumbang, maka jangan sampai tidak dating,
lebih-lebih menjadi panitia pada acara Maulid Nabi SAW karena menurut As-Sirri
as-Siqthi, barangsiapa yang menuju tempat dimana di dalamnya ada pembacaan
maulid Nabi, maka berarti ia menuju taman surga sebab ia menuju ketempat itu
tidak lain adalah hanya karena mencintai Nabi. sebab memperingati Maulid Nabi
Muhammad SAW seharusnya dilakukan oleh setiap orang muslim, sebab manfaatnya
sangat besar, kita bisa membandingkan orang kafir seperti Abu Lahab saja yang
bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW itu diberikan keringanan oleh Allah
siksanya setiap hari senin, bagaimana dengan kita ummatnya yang setiap hari
membaca Sholawat kepada beliau, pasti akan mendapatkan Syafaatnya besok dihari
kiamat. Mencintai Nabi Muhammad merupakan Syarat mencintai Allah, maka tidak
bisa dikatakan mencintai Allah sebelum mencintai Nabinya, tidak bisa dikatakan
patuh pada Allah sebelum patuh kepada Nabi Muhammad. Barangsiapa yang ingin
menghormati maulid Nabi, maka cukuplah baginya penjelasan-penjelasan ini, akan
tetapi orang yang pada dirinya tidak ingin menghormati maulid Nabi walaupun
dunia ini dipenuhi dengan pujian-pujian kepada Nabi, maka hal itu tidak akan
menggerakkan hatinya untuk mencintai Nabi. Semoga Allah menjadikan kita ummat
yang selalu mencintai Nabi Muhammad SAW.
PROPOSAL KEGIATAN PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1436 H /2015 M
PROPOSAL KEGIATAN
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
1436 H /2015 M
A. LATAR BELAKANG
Nabi Muhammad
adalah nabi akhir zaman yang selalu menjadi panutan yang tak akan
pernah ada yang mengingkari kebenarannya. Beliaulah yang menuntun seluruh umat
manusia menuju jalan yang terang benderang yang selalu disinari dengan cahaya
islam. Dengan perjuangan beliau umat manusia bangkit dari zaman jahiliyah menuju
zaman yang terang dengan cahaya islam. Karena beliau jugalah seluruh manusia
yang ada di bumi ini selamat dari kehancuran serta dengan kelahiran nabi akhir
zaman ini terciptalah aturan-aturan islam yang penuh dengan keharmonisan,
persaudaraan, dan keseimbangan dengan terhapusnya perselisihan, pertikaian, dan
peperangan.
Betapa luar
biasa jasa Nabi Muhammad saw kepada seluruh umat manusia yang ada di dunia ini.
Maka sudah sepantasnya kita sebagai umatnya untuk selalu mengenangnya dan
berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh beliau.
Karena apa yang telah dikatakan, dilakukan, dan ditetapkan oleh beliau telah
menjadi sumber dasar segala hukum islam setelah Al Qur’an yang sudah tidak
diragukan kebenarannya. Karena dengan selalu mengikuti apa yang telah diajarkan
kepada kita maka kita akan diakui sebagai umat beliau kelak di Hari Kiamat.
Salah satu
cara untuk menunjukkan kecintaaan kita kepada Nabi Besar Muhammad saw adalah
dengan selalu mengenang hari kelahiran beliau. Maulid Nabi Muhammad merupakan
bentuk penghargaan yang sangat besar kepada beliau dan kita harus bangga
memiliki hari besar ini. Maulid Nabi yang diadakan setiap tanggal 12 Rabi’ul
Awwal tidak hanya dirayakan dengan hura-hura saja, tetapi momen ini harus
dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kecintaan muslim kepada Nabi
Muhammad saw. Serta juga sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi dan potensi
umat islam yang akhirnya dapat menjadi umat yang kuat. Kuat yang tidak hanya
berarti fisik saja, tetapi kuat dalam artian yang sangat luas yaitu kuat
pengetahuannya, wawasan keilmuannya, ekomoninya, dan semua aspek dalam
kehidupan sehari-hari.
Sehingga
akhirnya tercipta sebuah generasi yang selalu mengikuti ajaran Nabi Muhammad
saw dan senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi muslim yang sesuai dengan
harapan beliau. Dan akhirnya semoga kita semua dijadikan sebagai umat yang
mendapat syafa’at dari beliau kelak di hari yang tidak akan ada syafa’at
kecuali dari beliau.
B. NAMA KEGIATAN
“Peringatan
Maulid Nabi Muhammad Saw 1436 H.”
C. TEMA KEGIATAN
Sunnah Nabi
Muhammad SAW sebagai suri teladan
D. MAKSUD DAN
TUJUAN
1.
Memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW
2.
Untuk mengenang kembali perjuangan Nabi
Muhammad SAW untuk dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari
E. PENYELENGGARA
Penyelenggara
dari kegiatan ini adalah Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Rejotani
Kucingan dan segenap masyarakat Huta IV-V Rejotani Kucingan.
F. PELAKSANA
Panitia
pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H adalah segenap Pengurus
Osis.
G. WAKTU DAN
TEMPAT
Acara ini
Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Hari : Senin
Tanggal
:26 November 2017
Pukul :07.00
– selesai
Tempat
:Gedung Madrasah Aliyah Al-Anwar
H. SASARAN
KEGIATAN
Seluruh Siswa/Siswi
Madrasah Tsanawiyah/Aliyah Al-Anwar.
I. ACARA HIBURAN
Banjari dan
Nassyid oleh Para Siswa MTs/MA Al-Anwar.
J. ESTIMASI DANA
Perkiraan dana
yang dibutuhkan untuk kegiatan Maulid Nabi ini adalah Rp. -, dengan
rincian sebagaimana terlampir.
K. SUMBER DANA
Dana yang akan
kita gunakan bersumber dari :
1.
Khas TahunKemarin
2.
Dansos Para Siswa
3.
Bapak/Ibu Dewan Guru
L. Kas PHBI
-
M. PENUTUP
Demikian
Proposal Kegiatan Maulid Nabi ini kami buat. Harapan kami agar kegiatan ini
mampu menjadi motivasi dan inspirasi. Motivasi agar generasi mendatang menjadi
lebih baik dari sekarang serta selalu bersemangat untuk mendalami ilmu islam.
Inpirasi bagi seluruh umat islam umumnya dan khususnya bagi generasi muda untuk
selalu berusaha meningkatkan diri dan berusaha untuk selalu mencontoh pribadi
Rasulullah saw.
Semoga segala
apa yang kita lakukan mendapatkan kemudahan dan kesuksesan serta dengan harapan
agar kegiatan ini dicatat di sisi Allah sebagai amal ibadah yang senantiasa
diridhoi-Nya. Amin
Cangkringrandu, 28 Juli 2017
Panitia
Ketua
Sekretaris
Sutrisno,M.Pd.I M.
Ali Mashudi, S.Pd
Lampiran I
STRUKTUR KEPANITIAAN
Ketua
: Sutrisno, M.Pd.I
Sekretaris
: M.Ali Mashudi, S.Pd
Bendahara : M.Khotibul Umam,S.Hi
Seksi
Acara
: Pengurus OSIS
Seksi
Perlengkapan : DianSetiawan
Seksi Konsumsi
: Ayu Arini Dkk
Seksi
Humas
: Amir Aminuddin
Seksi Penerima Tamu : Vallen
Dhea Ayu Dkk
Lampiran 2
Estimasi Biaya Keluar
|
No |
Uraian |
Jumlah |
|
1 |
Mubaligh +
Makan |
Rp
- |
|
2 |
Sound System |
Rp
200.000 |
|
3 |
Konsumsi |
Rp
- |
|
4 |
Administrasi |
Rp
50.000 |
|
5 |
Transport |
Rp
50.000 |
|
6 |
Pengisi
acara |
Rp
300.000 |
|
7 |
Biaya tak
terduga |
Rp
100.000 |
|
Total
Keseluruhan |
Rp
- |
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL KEGIATAN
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
1436 H / 2015 M
Nama
Kegiatan : Peringatan
Maulid Nabi Muhammad Saw
Lokasi
Kegiatan
: Gedung MA Al-Anwar
Waktu
Pelaksanaan : Senin, 26 November 2017
Jumlah
dana
: Rp.-,
Disusun oleh
Ketua
Sekretaris
Sutrisno,
M.Pd.I M. Ali Mashudi,
S.Pd
Menyetujui;
Kepala MTs Al-Anwar Kepala MA Al-Anwar
Ali Muhajir, S.Pd Nur Fadlan Toyyib,
S.Hi
Mengetahui;
Bendahara Madrasah
M
Khotibul Umam, S.Hi
Buku Pedoman
Membayar Pajak membantu Pendidikan
Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bert...
-
Hari Raya dan Kegembiraan Bersama Disusun Oleh : Muhayatsah اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ الن...
-
Istiqomah Berqurban Setiap Tahun dengan Menabung Disusun Oleh : Maharuddin اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِش...
-
Dari JNE untuk Indonesia Oleh : M. Ali Mashudi Sebelum kita memberi motivasi untuk seluruh kurir yang bekerja di JNE, harus kita paham...

