Minggu, 02 Oktober 2022

Keutamaan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW


Keutamaan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Alhamdulillah, sekarang ini kita telah memasuki bulan Rabi’ul Awal 1441 H, dalam bahasa Jawa biasa kita sebut dengan bulan Maulud atau bulan Maulid. Sebutan ini selaras dengan makna harfiahnya, momen kelahiran, lebih tepatnya kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan kenikmatan yang sangat besar dari Allah bagi seluruh alam. Penting bagi kita sebagai umat Islam untuk bersyukur atas kelahiran Nabi dan mengekspresikan kegembiraan dan kebahagiaan ketika memperingati Maulid Nabi. Maka pada bulan rabiul awal ini banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dilakukan dimanapun, misalnya Pondok Pesantren, Masjid, Mushola, Jama’ah Sholawat, Yasinan, sampai rumah-rumah orang yang ingin sekali bersyukur dan bergembira atas lahirnya Beliau mengadakan Peringatan Maulid Nabi. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk tradisi yang baik di masyarakat, bukan termasuk bagian dari masalah ibadah yang dipersoalkan keabsahannya. Penulis Mengutip Perkataan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al-Hasani dalam kitab Mafahim Yajib an Tushahhah bahwa Maulid Nabi adalah tradisi dan adat kebiasaan yang baik. Dikategorikan tradisi yang baik, karena substansi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki banyak manfaat dan kebaikan bagi masyarakat, seperti meneladani prilaku Nabi, pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, dzikir, tahlil, kalimat thayyibah, pembacaan sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, supaya kita sebagai umatnya lebih kenal dan cinta dengan Nabinya, sebab mencintai Nabi Muhammad SAW harus mengenal dan cinta kepada keluarga beliau. 

Tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awal semua makhluk Allah yang berada di langit maupun dibumi bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, sampai paman beliau Abu Lahab yang kafir memerdekakan seorang budak yang bernama Tsuwaibah, karena sangat bergembira dan bersyukur dengan kelahiran keponakannya yang diberi nama Muhammad (Orang yang dipuji), lebih tepatnya Abdul Mutholib memberikannya nama Muhammad supaya semua makhluq memujinya. Dan itu semua terbukti, ketika Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah menjadi Khoirul Anbiya’ wa Al Mursalin (sebaik-baik para nabi dan utusan Allah), sebab hanya Nabi Muhammad yang mampu memberikan syafa’at besok dihari qiyamat.  

Berbicara tentang keutamaan memperingati Maulid Nabi, Penulis Mengutip Beberapa perkataan para Sahabat Nabi dan Para Ulama’ Salafus Sholih yang ditulis oleh Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’I (lahir 899 – wafat 974 H) dalam kitab An-Ni’matul Kubro ala Al-Alam fi Maulidi Sayyidi waladi Adam, yang juga sering dikutip oleh As-Syaikh Moch. Djamaluddin bin Ahmad Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Keutamaan yang pertama dawuh dari Abu Bakar Ash-Shiddiq “Barang siapa yang menginfaqkan satu dirham (kurang lebih Rp. 200.000) atas dibacakannya Maulid Nabi, Maka ia adalah temanku di surga”. Keutamaan yang kedua dawuh dari Umar bin Khottob “ Barang siapa mengagungkan Maulid Nabi, sungguh ia telah menghidupkan agama islam”. Keutamaan yang ketiga dawuuh dari Utsman bin Affan “Barangsiapa menginfaqkan satu dirham atas dibacakannya Maulid Nabi, maka seakan-akan ia ikut menyaksikan perang badar dan perang hunain”, dimana ketika meninggal dianggap sebagai Syahid. Keutamaan yang ke-empat Sayyiduna Ali KMW, berkata, “Barangsiapa yang mengagungkan maulid Nabi SAW dan ia menjadi sebab dibacanya maulid Nabi SAW, maka ia tidak meninggal dunia kecuali dengan membawa iman dan masuk surga tanpa hisab”. Keutamaan yang ke-lima Syekh Hasan al-Bashri berkata, “Aku senang apabila memiliki sebesar gunung uhud berupa emas kemudian aku infaqkan atas dibacanya maulid Nabi SAW”. Keutamaan yang ke-enam Syekh Junaid al-Bagdadi berkata, “Barangsiapa menghadiri maulid Nabi dan mengagungkan derajatnya sungguh ia beruntung dengan iman”. Keutamaan yang ke-tujuh Ma’ruf al-Karkhi berkata, “Barangsiapa menghidangkan makanan atas dibacanya maulid Nabi SAW, mengumpulkan kawan-kawanya, menyalakan mampu, memakai baju baru, membuat asap wangi (membakar dupa atau kayu garu), dan memakai minyak wangi untuk mengagungkan maulid Nabi SAW maka Allah SWT akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama golongan yang pertama dari para nabi dan berada di derajat yang paling luhur”.

Apa yang dikatakan oleh Ma’ruf al-Karkhi adalah kesunahan dan keutamaan ketika memeringati maulid Nabi SAW, yaitu dengan mengunpulkan teman, menyalakan lampu-lampu, memakai baju baru, menyalakan kayu garu (dupa), memakai minyak wangi dengan niat mengagungkan maulid Nabi SAW, maka dijanji oleh Allah masuk surga dengan golongan yang pertama yaitu golongan para nabi di surga A’la Illiyin”.

Kenapa sampai seperti itu Allah di dalam memuliakan orang yang memeringati maulid Nabi SAW?. Karena menghormati maulid Nabi SAW dengan merasa senang dan gembira dengan Nabi SAW adalah perintah Allah seperti dalam QS. Yunus 58 :

Artinya, Katakanlah (Wahai Muhammad), "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". Fadlillah dalam ayat tersebut maknanya adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedangkan “Rahmatillah” berarti diutusnya Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu ada ayat QS Al-Anbiya 107 :

Sebab fadlillah dan rohmatilla itulah kita diperintahkan untuk “Yafrohu” yaitu bergembira dan yang demikian itu lebih baik daripada apapun yang kita kumpulkan. Dr. Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, menerangkan bahwa merasa gembira dengan dilahirkannya nabi SAW membawa makna fadilah yang sangat besar kepada siapapun, lebih-lebih kepada orang Islam. Karena orang kafir saja, yaitu orang yang memusuhi nabi, dan berniat membunuh nabi, seperti Abu Lahab dapat merasakan manfaat dari bergembira dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW seperti keterangan dalam hadist Al-Bukhori. Serta masih banyak lagi keutamaan-keutamaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Penulis melalui keterangan Ngaji Bab Maulid Nabi Muhammad  menyimpulkan bahwa kalau mempunyai rizki, jangan sampai ketinggalan memberikan sumbagan untuk acara Maulid Nabi SAW, Jadi diusahakan jangan sampai tidak menyumbang. Kalau memang terpaksa tidak punya uang sehingga tidak bisa menyumbang, maka jangan sampai tidak dating, lebih-lebih menjadi panitia pada acara Maulid Nabi SAW karena menurut As-Sirri as-Siqthi, barangsiapa yang menuju tempat dimana di dalamnya ada pembacaan maulid Nabi, maka berarti ia menuju taman surga sebab ia menuju ketempat itu tidak lain adalah hanya karena mencintai Nabi. sebab memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW seharusnya dilakukan oleh setiap orang muslim, sebab manfaatnya sangat besar, kita bisa membandingkan orang kafir seperti Abu Lahab saja yang bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW itu diberikan keringanan oleh Allah siksanya setiap hari senin, bagaimana dengan kita ummatnya yang setiap hari membaca Sholawat kepada beliau, pasti akan mendapatkan Syafaatnya besok dihari kiamat. Mencintai Nabi Muhammad merupakan Syarat mencintai Allah, maka tidak bisa dikatakan mencintai Allah sebelum mencintai Nabinya, tidak bisa dikatakan patuh pada Allah sebelum patuh kepada Nabi Muhammad. Barangsiapa yang ingin menghormati maulid Nabi, maka cukuplah baginya penjelasan-penjelasan ini, akan tetapi orang yang pada dirinya tidak ingin menghormati maulid Nabi walaupun dunia ini dipenuhi dengan pujian-pujian kepada Nabi, maka hal itu tidak akan menggerakkan hatinya untuk mencintai Nabi. Semoga Allah menjadikan kita ummat yang selalu mencintai Nabi Muhammad SAW.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Pedoman

Membayar Pajak membantu Pendidikan

Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bert...