Kamis, 13 Juni 2024
Membayar Pajak membantu Pendidikan
Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan
Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bertekad bulat untuk meninggalkan jauh-jauh harta itu. Karena mengerti akan bahaya-bahaya dan racun-racun yang terselip didalamnya. Harta selalu dikejar-kejar dan dicintai, karena harta itu memang merupakan alat untuk apa saja, kapan saja, dan dimana saja, asal masih berada di bumi kita ini, harta itu dengan mudah dapat digunakan untuk mencapai bermacam-macam tujuan, kebutuhan, dan kesenangan, baik kesenangan lahir maupun batin. Ingin makan enak, minum yang enak, tidur diatas Kasur yang lunak, berfoya-foya dengan seribu kesenangan, juga ingin melepaskan hawa nafsu yang sepuas-puasnya, itu kesemuanya dapat diperoleh dengan harta. Itulah sebabnya manusia berjuang mati-matian dengan segala upaya dan kemampuan yang ada, untuk menghasilkan dan meraih harta.
Orang yang mau bertaqwa kepada Allah Subhanahu wata’ala salah satu syaratnya adalah mereka yang mau menginfaqkan dari sebagian hartanya untuk bershodaqoh. Menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa mereka yang menzakati harta-harta mereka seperti Abu Bakar dan para sahabat-sahabat yang lain.
Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman dalan surat Al-Baqoroh ayat 3 :
Artinya : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Menurut Sebagian Ulama’ bahwa didalam iman itu ada keselamatan di akhirat, didalam sholat ada munajat dengan Allah, dan didalam Infaq untuk menambah derajat seseorang.
Didalam Tafsir As-Showi dijelaskan Infaq disini adakalanya Infaq wajib seperti zakat mal, memberi nafkah kedua orang tua dan keluarga, serta membayar pajak bagi warga indonesia. Atau infaq yang sunnah seperti meluaskan nafkah untuk keluarga, membantu kerabat ataupun fakir miskin didalam maupun luar negri.
Sebagai warga Indonesia membayar pajak merupakan kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan ataupun dilupakan. Sebab apapun yang kita punya harus dipajakkan. Tujuannya banyak sekali, yang paling utama adalah berterimakasih kepada pemerintah untuk semua fasilitas negara yang kita pakai seperti Pendidikan, Kesehatan, jalan, dan lain sebagainya.
Manfaat pajak sendiri untuk warga Indonesia sangatlah banyak. Salah satu contoh dalam Pendidikan, pajak sangat membantu Masyarakat yang kurang mampu untuk tetap mendapatkan Pendidikan gratis sampai sekolah menengah atas (SMA), bahkan sampai Perguruan Tinggi. Kalau semua penduduk di negara Indonesia ini taat membayar pajak, maka keuangan negara akan stabil dan bisa digunakan untuk kepentingan mencerdaskan bangsa dengan membuat banyak unit Pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
5% pajak yang kita keluarkan setiap tahun itu sangatlah sedikit dibanding sisanya. Jika kita punya harta misalnya 3.500.000 maka hanya 175.000 saja yang kita keluarkan untuk Negara, sisanya masih 3.325.000. masih banyak sisanya daripada membayar pajaknya.
Orang yang membayar pajak sama dengan orang yang bangga dengan negaranya sendiri, sebab hanya pajak itu yang bisa kita berikan untuk membantu perekonomian negara. Sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya kita membayar pajak sesuai dengan prosedur pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak.
Kita bisa mengambil contoh dalam agama islam. Allah SWT memberikan kebahagiaan dua hari raya untuk kaum muslim yaitu idul fitri dan idul adha. Sebelum idul fitri umat islam diwajibkan untuk zakat fitrah sebagai tanda kepedulian terhadap sesama manusia. Sebelum idul adha Allah SWT juga menganjurkan menyembelih hewan qurban bagi yang mampu sebagai bentuk ibadah sosial kepada masyarakat yang tidak mampu. Maka dari itu didalam negara Indonesia pemerintah membuat undang-undang wajib pajak sebagai bentuk terimasih kepada negara Indonesia, namun hanya orang-orang cinta tanah air lah yang memiliki kesadaran tinggi tentang membayar pajak.
Salah satu manfaat pajak yang kita bayar melalui direktorat jenderal pajak dengan membuat NPWP adalah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola infrastruktur Pendidikan mulai SD hingga perguruan Tinggi, membayar Tunjangan untuk guru, sehingga semua Guru mendapatkan gaji yang sesuai dengan tugasnya mencerdaskan bangsa, memberikan beasiswa bagi yang berprestasi baik akademik maupun non akademik supaya mereka yang berprestasi masih bisa melanjutkan Pendidikan sampai tuntas. Maka dari itu dengan kesadaran kita membayar pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sangat membantu dan menghidupkan Pendidikan di Indonesia.
Seorang Ulama’ Imam Madzhab Besar yaitu Imam Syafii membuat syiiran yang berbunyi: Jadilah seorang ahli fiqih dan ahli tasawuf dan jangan tinggalkan salah satunya karena sesungguhnya Demi Allah aku menasihatimu. Karena orang yang ahli fiqih saja hatinya akan mengeras tidak takut kepada Allah. Sedangkan orang yang hanya Ahli tasawuf saja tidak paham fiqih maka dia adalah orang bodoh. Bagaimana orang bodoh akan menjadi baik?.
Orang yang ahli fikih dan ahli tasawuf adalah salah satu ciri orang yang taat pada Allah SWT, Rosulullah SAW dan Pemerintah. Selama pemerintah tidak memerintah kepada kemunkaran.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Buku Pedoman
Membayar Pajak membantu Pendidikan
Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bert...
-
Hari Raya dan Kegembiraan Bersama Disusun Oleh : Muhayatsah اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ الن...
-
Istiqomah Berqurban Setiap Tahun dengan Menabung Disusun Oleh : Maharuddin اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِش...
-
Dari JNE untuk Indonesia Oleh : M. Ali Mashudi Sebelum kita memberi motivasi untuk seluruh kurir yang bekerja di JNE, harus kita paham...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar