Jumat, 06 Maret 2020

Bulan Muharom Bukan selamat dari Cobaan

K. Ahmad Taqiyuddin,M.Hi dari Tambakberas, Beliau yang akrab disapa Gus Yuyud itu memberikan motivasi serta menjelaskan bulan Muharram pada siswa-siswi, diantaranya:
1. Tata krama diatas ilmu, Beliau melanjutkan bahwa Tata krama ibarat wadah sedangkan ilmu ibarat air, jadi air akan tenang dan indah jika diberi wadah yang sesuai.
2. Mengapa di bulan Muharram dianjurkan memperbanyak sedekah, karena sedekah itu dapat menolak Bencana.
3. Bermimpilah karena bermimpi itu gratis, bahwa cita-cita yang indah harus dimulai dari mimpi dulu, orang yang tidak pernah bermimpi akan kesulitan menerima takdir yang sudah ditentukan Allah.
4. Bukanlah disebut yatim, seseorang yang meninggal kedua orang tuanya, tetapi disebut Yatim apabila tidak mempunyai Ilmu dan Tata karma. 
5. Bahwa Bulan Muharram ialah Bulan selamat dari cobaan, Mengapa demikian ?. Beliau menjelaskan bahwa kenapa para Nabi itu derajatnya tinggi ? sebab para Nabi banyak mendapat cobaan. Diantaranya yang dicontohkan oleh beliau (baca: Gus Yuyud) ialah Nabi Adam dan Ibu Hawa diturunkan di Bumi karena memakan buah kuldi, Nabi Nuh diberi cobaan ummatnya tidak patuh, Nabi Ibrahim dibakar oleh raja Namrud, Nabi Yusuf dibuang di sumur oleh saudaranya dan dipenjara, dan Nabi Yunus di telan Ikan Paus, Nabi Isa dikejar ummatnya hendak dibunuh. Semua cobaan itu diselamatkan Allah pada bulan Muharram, Nabi Adam dipertemukan dengan Ibu Hawa’ diJabal Rahmah, Nabi Nuh dan pengikutnya selamat dari banjir bandang, Nabi Ibrahim tidak mempan dibakar, Nabi Yusuf bertemu Nabi Ayub, Nabi Yunus keluar dari perut ikan Paus, Nabi Musa AS melewati laut merah dan diselamatkan dari firaun, Nabi ‘Isa diangkat ke surga.

Kamis, 05 Maret 2020

Anggota badan kita sendiri itu begal, Dimana Ajakannya Dosa.


( Qs:Al Maidah:48 )
Anggota badan kita sendiri itu begal, Dimana Ajakannya Dosa.
Maka kita harus bisa menjaga Anggota kita, supaya Selamat dari Dosa.
Uang satu Dinar itu satu keping 4 gram, Jika Satu gram 500 ribu maka Satu Dinar 2 Juta.
Orang mencuri apapun kok senilai 500 ribu maka Potong tangannya.
Semua perbuatan dosa yang ada ancaman siksa dunia yg berat itu namanya Dosa besar. Saiki Begal, Merampok, Korupsi. Itu seandainya menggunakan hukum Islam kok sampai 500 ribu itu Sudah potong tangan.
Mengambil barang milik orang lain itu berat hukumannya.
Nabi Isa Siyahah (Jalan jalan), Mendengar jeritan (Aduhh), Nabi Isa masuk ke kuburan, dan orang yg jerit2 tadi dihidupkan.
Ditanya Oleh nabi Isa. Apa yang Diperbuat Allah kepadamu ?
Aku Disiksa Allah.
Kenapa ?
Karena Aku mencuri kayu (Sebesar tusuk untu), Kayu Sak selilit untuk iku dadekno Sikso qubur.
Kenapa sampai Berbuat mencuri, Merampok, Begal, Menipu, Korupsi Karena Terpicu dari Bibit yang Buruk (Thamak) Rakus Ingin Memiliki harta Orang lain.
Ibnu Athaillah menggambarkan sifat Thamak spt Wit2tan umpamane Pelok e Pelem Gadung lek diencepno Nang tanah Tukul Wit kehinaan, Wit2nya iku Ngepang2 dan Ngetokno Ranting2, Ranting2 Ngetokno Daun2, Daun2 Ngetokno Buah2 yang menjadikan Sifat Kehinaan.
Kenapa Kok Thamak Krn Tidak Mempunyai Sifat Qona'ah.
Fatah Al Musiri Itu Satu masa dengan Imam Ghozali, melihat ada 2 anak, yang satu membawa Roti sama keju yg satu Roti saja tidak pakai Keju, Anak yg Tidak bawa keju Thomak sama anak yg bawa keju, Anak yang bawa keju mengajukan syarat kalau ingin dapat keju kamu saya Tali dulu dengan Rante, kata ank yg tidak punya keju: Yowes aku mbok cencang/geret koyo asu gak masalah pokok aku mbok wehi keju. Wong Thomak iku rela melakukan apa saja asalkan mendapatkan apa yang di Thomakkan.
Kenapa Orang dodol susu kok dicampuri banyu ngakune susu murni asli, Kenapa ? Karena Thomak.
Wong iku sing apik Karo tanggane, kok Nduwe Lebih sing Luman.
Putra-putri e, Dzurriyah e Nabi Muhammad iku Luman2, Apik2.
Ali Zainal Abidin iku Lumannnnn, Senengnya Shodaqoh Sirri (Shodaqoh, dimana yg menerimanya tidak tahu).
Ali Zainal Abidin iku Setiap malam Shodaqoh makanan 100 Rumah Pada Orang Faqir, Tidak ada yang tahu siapa yang memberi makan, Sampai Bertahun2, Dan setelah beliau wafat tidak ada lagi yg shodaqoh Sirri.
Didawuhno dari seorang yang sepriode dengannya, Lumanya beliau itu MasyaAllah, ketika beliau hendak meninggal Masih sempat Membayar Hutang Yang begitu besar, Ada Yg nyambangi namanya Muhammad Bin Zaid, Dia Sambil Nangis dan ditanya Kenapa menangis, Muhammad Bin Zaid menjawab karena kelilit utang.
Piro utangmu 15 ribu Dinar =300 M.
Ali Bin Zainal Abidin Dawuh wes Ojo nangis tak tutup e utangmu.
Orang yg dermawan itu menghasilkan anak cucu yang bagus2.
Cerita e Mbah Kholil Bangkalan itu aalim ternyata punya Bapak Abdul Lathif yang sangat dermawan.
Kalau diceritakan banyak orang Aalim tapi medit anak e ya Gak Dadi Bagus.
Tingkatan Orang Dermawan :
1. Sakho' Suka memberi tapi dijaluk i disek.
2. Al Jud memberi walaupun tidak diminta dulu.
3. Karom Jika memberi memberi daripada harapan/Kalau memberi tidak perduli berapa dan siapa yang diberi.
4. Itsar Memberikan sesuatu yang mestinya dia masih membutuhkan itu.
Mencintai Allah sampai mencintai Semua Makhluknya Allah.
Orang Muslim adalah saudara Orang muslim yang lainnya, Tidak boleh Mendzolimi, Meremehkan dan Menghinanya.
Orang Mukmin dengan mukmin yg lain itu saling menguatkan seperti dalam sebuah bangunan.
Ora mesti wong sing penggawene ino mesti ino.
Siapa orang yang paling baik ialah orang yang selalu Mandang dirinya paling jelek, Siapa orang jelek ialah orang yg menganggap dirinya paling baik (Dawuh e Siti Fathimah).

Antara Al Muttaqin dan Al Muhsinin

Antara Al Muttaqin dan Al Muhsinin
Di Al Quran Surat Al Baqoroh Ada Ayat ذلك الكتاب لاريب فيه، هدى للمتقين.
kemudian pada surat Al Luqman ada ayat
تلك ايات الكتاب الحكيم، هدى ورحمة للمحسنين.
Disitu ada perbedaan mengapa jika yang dituju Al Muttaqin hanya mendapat Huda saja, sedangkan jika Yg dituju Al Muhsinin Ada Huda dan Rohmah?
Dua ayat tersebut memberi banyak Ibroh yang bisa diambil, diantaranya :
1. Orang Muhsinin itu lebih Utama dari pada Muttaqin
2. Orang yang Muhsinin itu adakalanya mendapat Huda untuk dirinya sendiri dan mempunyai rasa kasih sayang untuk orang lain, sedangkan Muttaqin Hanya mendapat huda untuk dirinya sendiri.
3. Orang Muhsinin itu Berbuat baik kepada dirinya sendiri dan juga untuk orang lain (Idkholussurur) ketika ia mengajarkan ilmu yang bagus dan berbuat dengan perbuatan yang bagus, kalau orang Muttaqin dia Hanya Memikirkan kebahagiannya sendiri.
4. Menunjukan Bahwa orang yang Muhsinin Itu Hablum MinAllah dan Hablum Minannas, Sedangkan Muttaqin Hanya Hablum MinAllah.
Ada Beberapa ayat Al Quran yang Menggunakan Kata حسن
واحسن كما احسن الله اليك) القصص اية 77
وبالوالدين احسانا) النساءاية 36
ان احسنتم احسنتم لاءنفسكم (الاسراء اية 7
Dari ayat ayat tersebut sangat jelas Bahwa Al Muhsinin Orientasinya Pada diri sendiri dan orang lain, Maka Allah Menambahkan Lafadz "Rohmah" pada Surat Luqman, sedangkan Al Muttaqin hanya untuk diri sendiri.

Kitab Al Hikam Ibnu Athoillah As sakandari

Kitab Al Hikam (Pengarangnya adalah Al Imam yang Dijuluki Taj Ad Din Yaitu Ahmad bin Muhammad bin Abdil Karim Ibnu Athoillah As Sakandari Al Maliki Wafat 709 H. Beliau Merupakan Ulama' yang Alim pada Abad ke 7 H. 
Beliau Belajar Ilmu Tafsir, Hadist, Bahasa dan Akhlaq Kepada Gurunya Di Mesir, Salah satu Gurunya adalah Syekh Abul Abbas Al Mursi Ahmad bin Umar Wafat tahun 686 H, dan Syekh Abu Al Hasan Asy Syadili Wafat tahun 656 H. 
Dari Didikannya Lahirlah Ulama' Masyhur selerti Al Imam as Subkhi dan Al Imam Al Qorrofi.
Isi Kitab Hikam terdiri dari Tiga (3) Bagian:
1. Bagian Awal seputar Perbincangan ilmu Tauhid dan Perlindungan terhadap orang Islam dari Menetesnya Suatu Pengertian pengertian yang samar yang banyak menuju pada Syirik. 
2. Bagian Kedua Seputar Pembahasan tentang Akhlaq dan Membersihkan Hati dari Penyakit Penyakit Hati. 
3. Bagian Ketiga Seputar Pembahasan Tentang Suluk (Berjalan menuju Ridho Allah dengan Membersihkan amal, memperbaiki akhlak dan menjernihkan fikiran) dan Macam macamnya suluk yang Berbeda beda.
(Syarah Al Hikam Oleh Dr. Romadhon Al Buthi)

Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

Sing Mboten Hadir Mauludan Nang Masjid Al Abror.
Iki Onok Ringkasan, Sopo ngerti di woco. hehe
Sesungguhnya dalam memuji Rosul dan membaca Syamail (Sifat2 Mulya Nabi) ada Faidahnya?
Macem macem pujian Kepada Nabi Muhammad, termasuk dalam kitab Maulid diba', barzanji, Dhiyaul Laami', Simthut dhuror, Syaroful Anam, dll.
Keutamaan pertama memuji nabi
1. Memperkokoh Iman ayat Al Quran (Naqussu Alaika). iman sing paling kuat gih seneng Kanjeng Nabi, Diantara semua nabi dan rosul yang paling baik memperkokoh Iman kita adalah Mencintai Nabi, Dalam kitab Qomiut Thugyan sing Diulangi Pak Muhammad Mikho Aku isih ileng Syarat e Seneng Gusti Allah iku Seneng Alquran disek, mari ngunu seneng Kanjeng Nabi, senwng Sunnah e Nabi, Seneng akhirot, lan Bendu karo dunyo. (Tambahan dari Penyetatus).
2. Ada Nurnya Nabi (Hayyun Fi Qulubina), semakin kita pelajari Sejarahnya beliau semakin bercahaya Hati kita, Aku Sangat ingat ketika Dulu Di Ponpes Abu Dzarrin, setiap Kamis Malam Jumat Diadakan pembacaan Maulid Ad Dhiba' dan Maulid Al Barjanji (Aku gak tahu melok), Ternyata untuk Mmancarkan Cahaya di Hati kita (Lagek Sadar).
Manfaate ngelem nabi ada 5 Keutamaan dalam kitab Wasailul Wushul Fi samailil Rosul:
a. Litaqorrub Fihi (lebih dekat pada Nabi).
Imam Bushiri itu dulu sering memuji Pejabat dan Wong sugih akhire kecipratan Duwek, Temen Beliau Dicubo Kenek penyakit Falits (Saiki Strok), akhire ditekani kanjeng Nabi, didawuh i Iman tenan Pujianmu gawe pejabat sing gak manfaati ogak gawe aku karo penciptaku. Akhire Imam Bushiri dawuh Kanjeng nabi Doaken kulo, menawi kulo sembuh aku janji tidak akan memuji selain Penciptaku dan engkau, akhire imam Bushiri dikek i kelambi Lorek2 karo Rosul, banjur digawe ternyata isuk e Mari lorone.
Maqom Imam Bushiri tinggi gara gara Memuji Nabi Muhammad.
b. Memuji nabi Karena Menikmati (Littaladzud).
Jarno aku jarno aku aku lagi memuji kekasihku, Jangan Kau paidu karena cintaku.
Orang jatuh cinta itu tidak bisa disalahkan.
Majnun iku Ngambungi tembok, dilokno wong kon iku gendeng a ngambungi tembok,? Kau tidak tahu siapa yang ada didalam tembok.
Saking kangene karo Laila, Anjinge Laila iku digodak i karo majnun sampek enek wong sholat gak ketok mrilate Majnun akhire di terjang.
Memuji orang yang saya cintai aku merasa nikmat.
c. Limukafaatihi Shollallah (Balas budi), Karena kita bahagia atas jasa dia. orang yg tidak memuji nabi itu tidak punya perasaan.
Bersambung (Anggep ae sineteon).
No d dan e Akan diterangkan di episode selanjutya di Mushola Al Fattah Sambong santren Jombang (Ndalem K. H. M. Djamaluddin Ahmad).

Cinta Yang Tersembunyi

الحب المكتوم
Guru Kami Dr. Nasruddin Nasaruddin Idris Jauhar mungkin dari beberapa dawuh beliau hanya satu yang mancep dan terngiang ngiang yaitu waktu Memberikan pertanyaan kepadaku dan teman teman ketika kuliah dengan pertanyaan "لماذا تتعلم العربية ولكن لم تتكلم بالعربية"
Kami Hanya Terdiam. Dalam hatiku cuman Berfikir Kita tidak bicara bahasa arab ya karena kita bukan orang arab, Hehehe.
Namun Setiap kata atau Bahkan motivasi dari seorang guru itu ada Dasarnya, Ketika kita mau mencari.
Sampai beliau Memberitahu Kpd kami Web yang Beliau miliki Namanya Lisanarabi. net. tulisan tulisan beliau disitu Sangat Membantu sekali dalam pembelajaran bahasa arab, bahkan kami Boleh Mendownloadnya dengan gratis. Di Fb beliau juga ngeshare Kitab kitab, tulisan tulisan tentang Bahasa arab, Dll.
"Siapapun yang Mencintai Tuhannya Berarti Dia Mencintai Rosulnya",
"Siapa yang mencintai Rosulnya (Bangsa Arab), Berarti Dia Mencintai Bangsanya (Arab).
"Siapa yang Mencintai Bangsa Arab, Berarti dia Mencintai Bahasa Arab Yang Di Berikan Padanya Al Quran (Utama-Utamanya Kitab), Kepada Utama-utamanya Orang Arab dan Selain Arab.
من أحب العربية عني بها وثابر عليها وصرف همته اليها
"Siapa yang mencintai Bahasa Arab, Maka dia Bersungguh-Sungguh Dengannya, Tekun Mempelajarinya, dan Memiliki keinginan yang besar Memahaminya".
Seseorang yang Diberi Hidayah Oleh Tuhan, Melapangkan Hatinya dengan Iman, dan memberikan Akhir Hidup Yang Bagus, Maka dia Meyakini Bahwa Nabi Muhammad ialah Sebaik Baik Utusan, Islam Sebaik Baik Agama, Bangsa Arab ialah Sebaik Baik Bangsa(Pada Masa Nabi Muhammad, Sahabat, Dan Tabi'in), Bahasa Arab Ialah sebaik Baik Bahasa dan Ucapan (Bagi Orang Arab dan Orang Selain Arab yang Menginginkan bisa berbahasa arab), Menerima pemahaman darinya merupakan Sebagian dari Agama, Karena Ia Merupakan Instrumen (alat) sebuah Ilmu, Kunci Memahami Agama secara Mendalam, dia (Bahasa Arab) Merupakan Sebaik baik Penghidupan serta Tempat Kembali Pada Tuhan.

Nasihat Yang Indah

النصيحة الجميلة من الأستاذة:
و إذا تزوج مع حامل القرأن فتنقسم حبك الى القرأن واليها. 
إذا تلا زوجك فأنصت واسمع قراءتها بالجد والمدقق. واستمر.....
وإذا أردت أن يحبك حامل القرأن فحب القرأن أولا قبل أن تقرب إليها فإنشاء الله يستجيب مقصودك. 
" Mendapatkan Istri seorang Hamil Al Quran itu suatu Kebanggaan mungkin (Jarene sing Nduwe Istri Hamil Al Quran), Jika Menikahi Seorang Hamil Al Quran, Ya Jangan Hanya Mencintai Dirinya saja, Cintai Juga Al Qurannya. 
Berikanlah minimal satu Hari Waktu Untuk mendengarkan Bacaan Al Qurannya, Simaklah Barangkali ada yang salah, kamu betulkan dan terus semangati. Kalau sang Istri sedang Haid, berarti Kamu yang membaca Al Quran untuknya dan Anak Anaknya.
Bagi yang belum dapat Istri Hamil Al Quran, Jika engkau menginginkan Seorang Hamil Al Quran Mencintaimu Maka Cintailah dulu Al Quran, Minimal setiap Hari harus membaca Al Quran atau melihat Al Quran. Maka InsyaAllah Akan Diijabahi oleh Allah SWT. 
Amin

Rabu, 04 Maret 2020

Seorang yang Berakal


Seorang yang Berakal
Oleh: M. Ali Mashudi (Kepala TPQ Bumi Damai Al-Arifin Panaragan Jaya)
Dalam Kata Pengantarnya di buku Menolak Wahabi Mbah Kyai Maimun Zubair Mengutip Dawuhnya Nabi Ibrahim A.S. Beliau berkata: Seorang yang berakal hendaknya memahami kondisi dan fenomena yang terjadi pada masanya, memperhatikan apa yang menjadi tanggung jawabnya, dan memahami (menerima) apa yang menjadi ketentuan Tuhannya.
Penulis mencoba memahami dan insyaAllah tidak (berani) mereduksi makna yang terkandung dalam perkataan Beliau.
Dulu waktu mondok Kyai M. Idris Djamaluddin pernah dawuh “ Waktu Mursyid Thoriqoh Syadiliyah Kyai Abdul Jalil bin Mustaim, Kyai Jalil setiap melihat Pengemis, Pengamen, Orang yang minta-minta disuruh mengasih, Beliau (Kyai Jalil) dawuh “siapa tahu itu wali Allah”. Setelah Kyai Jalil Wafat, Tongkat estafet Thoriqoh Syadiliah dipegang oleh Al-Harir Syaikhina Murobbi Ruhina Muhammad Salahuddin bin Abdul Jalil; karena zaman sekarang Pengamen, Pengemis, Orang minta-minta itu sudah bukan lagi kebutuhan seperti dulu, melainkan sudah menjadi Profesi, maka jangan dikasih. Kemudian Kyai Idris mengatakan Al-Hukmu Yadurru Ma’a Illatihi Wujudan Wa Adaman (Hukum itu berputar beserta alasannya, ada dan tiadaknya). Sebab meminta-minta dulu itu suatu kebutuhan (kalau tidak butuh pasti tidak minta-minta), namun sekarang sudah menjadi profesi dimana meminta-minta lebih menjanjikan penghasilannya disbanding yang lain, hanya modal alat gitar, ketipung atau andeca-andeci saja, terbukti banyak pengemis perhari dapat lebih dari 50 ribu.
Seorang pemimpin pun harus berusaha bisa memahami kondisi dan fenomena yang terjadi pada masanya, zaman Rosulullah SAW (Pemimpin yang Agung) dengan zaman sekarang (Presiden) jelas berbeda, Dulu zaman Rosul Orang menyembah Allah sedikit, bahkan tidak ada; kemudian orang-orang kafir diajak oleh Rosul untuk menyembah Allah dengan cara yang ma’ruf, alhasil banyak sekali pengikutnya; sehingga Agama Islam menjadi Agama Mayoritas. Berbeda dengan zaman sekarang (zaman fitnah) K.H. Ahmad Musthofa Bisri pernah suatu ketika diundang di acara Televiri Mata Najwa (Panggung Gus Mus) Beliau Mengatakan Bahwa ada keresahan Beliau sebagai Manusia, sebagai warga Indonesia, dan sebagai warga islam. Sebagai warga Negara/mnusia beliau resah ketika sesame manusia melakukan tindakan seperti yang dilakukan oleh Qobil kepada Habil (Membunuh) padahal kita sudah melewati Rasul-Rasul sampai Rasulullah Muhammad SAW. Yang kedua sebagai warga Indonesia beliau meresahkan orang memfinah didunia nyata dan dunia maya begitu banyaknya; seperti poto anda dikasih meme-meme (tulisan) untuk mengadu domba antara satu dengan yang lain. Yang ketiga sebagai warga islam saya berpendapat bahwa orang islam paling bertanggung jawab di negri ini, karena kita islam ini yang mayoritas, baik buruknya Indonesia ini tergantung yang mayoritas, tapi kita tidak memperlihatkan kegagahan yang mayoritas sebagai yang ngayomi, melindungi malah yang kita perlihatkan seperti orang yang bukan orang islam (karena orang islam ada tatanannya, panutannya, Rosulnya). Sebagai pemimpin di zaman penuh fitnah ini jangan sampai memaksakan semua orang suka dan sependapat, karena zaman Nabi Muhammad saja paman beliau menentang dakwahnya, sehingga mati Su’ul Khotimah. Lakukan saja apa yang menjadikan kemaslahatan untuk rakyat dengan Musyawaroh. Pemimpin harus memperhatikan apa yang menjadi tanggung jawabnya, karena setiap dari kalian adalah pemimpin. Bapak adalah pemimpin Keluarganya, Rt, Rw, Kades, Camat, Bupati, Gubernur, Presiden, Dll adalah pemimpin bagi rakyatnya dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Setelah semua itu diusahakan (ikhtiyar dan Do’a) sikap pemimpin adalah memahami (menerima) apa yang menjadi ketentuan Tuhannya, sebab keinginan yang kuat sekalipun tidak akan mampu menembus tirai-tirai takdir.
Pesan Penulis “ Pikirkanlah apa yang menjadi tanggungjawabmu, bukan Menyibukkan memikirkan sesuatu yang tidak sepenuhnya kau tahu”.

الطالب الحقيقي وكيفية تأكيد دور الوطن

الطالب الحقيقي وكيفية تأكيد دور الوطن
السلام عليكم ورحمة الله وبركة
الحَمْدُ لِلّهِ الذي أنزل القرأن باللغات الأخيار, وأرسل الرسول خير من تعلّم القرأن وعلمه, والذي قد كرّمنا بني آدم بسمع وأذن وعين وأفئدة ليعقلون, وأشْهد ان لاإِله إلاّ الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْن، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أمّا بعد:
حضرة المحترمين إلى العالم والعلماء حصوصا رئيس المعهد سونان أمفيل دنايار جومبانج
حضرة المكرمين إلى هيئة التحكيم صاحب المجلس المبارك
وايها الحاضرون رحمكم الله
لبتداء إحتفالنا اليوم, حيّا بنا نشكر الله تعالى عزّ وجل, الذي قد أعطانا نعمة كثيرة حتّى نجتمع في هذا المكان المبارك فإنشاء الله. ثمّ الصلاة والسلام على خير الأنام سيّدنا محمّد الذي هدانا الى دين الإسلام حتّى نستطيع أن نفرّق بين الحلال والحرم. ولا أنسى أن أشكر شكرا كثيرا إلى رئيس اللجنة الذي قد أعطاني فرصة ثمينة لأخطب أمامكم تحت الأنوان: الطالب الحقيقي وكيفية تأكيد دور الوطن.
إخواني الأحبّاء !
الطالب ليس من يستطيع أن يتكلّم باللغة العربية الفصيحة, وليس من لبس الإزار, واستعمل القلانسوة, ولباس الجميلة, وإنّما الطالب من يشهد أن لا إله إلّا الله وأنّ محمد الرسول الله, ويقيم الصلاة مع الجماعة, وقد وجب على الطالب مخصوصا في هذه المعهد الأنوار أن يقول قولا كريما ويتخلّق بأخلاق حسن أينما يكون ومتى يكون.ولا يحدّده في مكان خاصّ.
وكذالك الطالب مخصوصا في هذه  المدرسة "الأنوار" من كان مسرور قلبه إذا رأى أخاه في سرور, ويحزن قلبه إذا رأى أخاه في مشقّة ولا بعكسه يحسده ويبغضه.
أيّها المستمعون رحمكم الله !
الطالب في اللغة الجاوية يعني "سانتري"الذي يملك معنى كلّ حرف,وقد يشهر هذا المعنى في بيئة المعهد العالم, الأول "س" بمعنى سالك في العبادة, نحن كالطالب أسوة إلى غيره ليكون عبدا صحيحا عند الله .
الثاني, "ن" بمعنى نائب عن الشيوخ, نحن لابدّ أن نزّه القلب والأمل بالطريق المستقيم, لأنّنا في هذا المعهد يطلب العلم لإعداد النفس في المجتمع.

الثّالث, "ت" بمعنى تائب عن الذّنوب, نحن كمثل الطالب " المعهد الأنوار " قد وجب أن يتوب إلى الله تعالى بالندم والعزم أن لا يعوده إذا يعمل الإثم, مثل  الزّنى والسارق والغصب وغير ذالك.
الرابع, "ر" راغب في الخيرات بمعنى نحن كمثل الطالب " المعهد الأنوار " لابدّ أن يحبّ بأعمال الخيرات, مثل قرأة القرأن والخدمة إلى العلماء والنصر للضعيف وغير ذالك.
الخامس "ي" اليقين على ما أنعم الله معه نحن كمثل الطالب " المعهد الأنوار " لابدّ أن نيقّن أنّ الرزق والزوجة والموتي كلّ من عند الله تعالى, ونؤمر بالكسب والدعاء فقط.
فإنهم يأملون في المستقبلك أن يكونون كاتبون بنشاطا فقط, وعندما يجتمع في المجتمع نريد أن نكون إخوة لا غزوة معهم لأن كلكم راع وكلّكم مسؤول عن رعييته. فلذلك "يؤكد دور الطالب في دفاع الدولة ، والحفاظ على أساس الخمسة والوطن الإندونيسيا". ولكن هناك الطالب لابدّ أن يستطيع بقراءة الكتاب الأصفر ويساعد غيره في البلاد بتطبيق أخوة الوطنية، وخاصةً مع جمعيّة نهضة العلماء كدار الكبير في هذه البلاد الإندونيسييا. ومن ذلك، كيف نحاول حماسة الرسالة والقراءة في تفكير الطلاب، بمعنى أنه يجب أن يتم النشاط للكتابة من بداية الشخص ليكون الطالب الحقيقي ويصلح الوطن من خلال عملية التوجيه في المعهد. وطريقة واحدة هي أن نعيش لايزال الكتابة ويتعلّم القراءة حصوصا كتاب الصفراء في بيئة المعهد, لكي أن نسلم من خبر غرور. اللهمّ آمين.
أخيرا, لايزال لنا أن نشكر لله تعالى لأنّه يجعلنا من الطالبين والصالحين حتّى يوم الدين.
إِكْتفيت كلامي في هذه المناسبة إلى هنا أوّلا وإن وجدتم منِّي خطَأً فهو من نفْسيْ وإنْ وَجَدْتُمْ مِنِّي صَوَابًا فَهُوَ مِنَ اللهِ. وهذا منّي والعفو منكم وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ورحمة الله وبركة.

Selasa, 03 Maret 2020

Buku Pegangan Hafalan Santri TPQ

كلمة الشكر والتقدير بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي علّم ادم الأسماء كلها ثم عرضهم على الملائكة, و اشكره في جميع ما يعطيني من العقل والفكرة و المعارف لسهولة الفهم, و اشكره ايضا بالثبات في الإيمان والحال بوسيلة الدعاء اليه, والصلاة والسلام على اشرف المنان سيدنا محمد خاتم النبيّن و المرسلين وعلى اله و اصحابه والتابعين ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين, أمّا بعد : وقد منّ الله على الإنتهاء من اعداد هذه الرسالة, فله سبحانه و تعالى ان يقول بالحمد والثناء, فلك الحمد يا ربّ حتّى ترضي, على كثير نعماتك و عظيم عطائك. كما يتقدم الكاتب بكل شكر و تقدير الى الشيخ محمد عيسى أنصاري و الشيخ محمد معروف عارفين والشيخ محمد محروس على وزوجتهم ولجميع الأساتيذ من معهد دار الهداية الأنصاري. فلهم كل شكر و تقدير من الكاتب على ما قدموه من العلوم والمعارف والتشجيع وجزاهم الله خير الجزاء. والله لي ولكم التوفيق والمغفرة. فاناراكان جايا, 9 سبتمبر 2019 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 1. Niat Wudhu نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى “Aku Niat Wudhu Untuk Menghhilangkan Hadast Kecil Fardhu Karena Allah Ta’ala” 2. Doa Sesudah Wudhu أَشْهَدُ أَنْ لآّاِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang yang bersuci serta jadikanlah aku bersama golongan orang-orang yang sholih. 3. Do’a Dalam Setiap Gerakan Wudhu Dengan menyertakan doa dalam setiap gerakan wudhu, diharapkan wudhu yang kita lakukan bisa bertambah kualitas makna ibadahnya. Doa-doa tersebut ialah: a. Saat membasuh telapak tangan sebanyak 3 kali, berdoa: اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.” b. Saat berkumur, disunnahkan berdoa di dalam hati: اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ اللَّهُمَّ اسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.” c. Ketika membersihkan lubang hidung, pada saat menghirup air, dalam hati berdoa: اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِك Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga.” Sedangkan ketika mengeluarkan air dari lubang hidung, berdoa: اَلَّلهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya aroma neraka, dan dari buruknya tempat kembali.” d. Saat membasuh wajah, berdoa: اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.” Doa ini dipanjatkan agar di akhirat kelak Allah menggolongkan kita sebagai orang baik, dimana saat berkumpul di padang mahsyar, orang baik dicirikan dengan berwajah putih, dan sebaliknya orang jelek dicirikan dengan berwajah hitam kusam. e. Saat membasuh tangan kanan, berdoa: اللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِينِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيرًا Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.” Sedangkan saat membasuh tangan kiri, berdoa: اللَّهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ “Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.” Tentang doa diatas, kelak di akhirat nanti, Allah akan memberikan pada semua manusia, catatan amal mereka masing-masing. Apabila manusia tersebut amalnya baik, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kanan dan berhadapan muka, namun apabila amalnya jelek, maka ia akan menerima kitab amalnya dengan tangan kiri dan diberikan dari balik punggung. f. Saat mengusap kepala, berdoa: اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّك Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.” g. Saat mengusap telinga, berdoa: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.” h. Saat membasuh kaki kanan berdoa: اللهم اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.” Dan saat membasuh kaki kiri berdoa: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.” Mohon Maaf Hanya Dishare Sebagian Lengkapnya Masih di tangan Pengumpul (TPQ Bumi Damai Al-Arifin)

Surat Pernyataan Wali Santri


SURAT PERNYATAAN ORANG TUA
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama orang tua :
Alamat :
Wali Murid dari :
Kelas :
Menyatakan bahwa kami siap mengawasi serta memantau kegiatan ubudiyah Anak saya baik mengaji, Sholat dan Kegiatan Ubudiyah yang lain. Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan penuh tanggung jawab dan dapat dipertanggung jawabkan apabila kami tidak dapat mengawasi serta memantau kegiatan ubudiyah kami siap di panggil ke sekolah sebagai tanggung jawab kami.

Panaragan Jaya, 04 September 2019
Wali Santri


(……………………….)

Undangan Awal Rapat Didirikannya Tpq BDA


TPQ BUMI DAMAI AL-ARIFIN
PANARAGAN JAYA TULANG BAWANG BARAT LAMPUNG
Kantor : Panaragan jaya kecamatan Tulang bawang tengah Telp. 0822 4767 5778
 

Nomor             : TPQ/BDA/12.VII.2019                                           
Lampiran         : - 0-
Perihal             : Pemberitahuan


KepadaYth.
Wali Santri TPQ
Di
tempat,

Assalamu’alaikumWr.,Wb.,

Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tiada pernah terputus. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Alhamdulillah, Kegiatan Belajar TPQ (Taman Pendidikan al Qur’an) di Bumi Damai Al-Arifin Telah kembali aktif seperti biasanya. Maka dari itu Kami memohon kepada Wali Santri TPQ untuk menghadiri Agenda Kegiatan TPQ yang akan dilaksanakan :

Hari/Tanggal              : Sabtu, 13 Juli 2019
Waktu                         : 16 : 00 WIB – selesai
Agenda                       : 1. Kurikulum TPQ
                                       2. Kegiatan TPQ
                                       3. Dll

Demikian pemberitahuan dari Kami, atas perhatian dan kerjasamanya. Kami sampaikan jazakumullahu ahsanal jaza’.

Wassalamu’alaikumWr.,Wb.,


Mengetahui,                                                                Panaragan Jaya, 12 Juli 2019
                        Pembina TPQ BDA                                                    Kepala TPQ





                        KH. Ma’ruf Arifin                                                    Ustadz. M. Ali Mashudi



Hymne TPQ Bumi Damai Al-Arifin


Yel-Yel TPQ Bumi Damai Al-Arifin
Allah Pengeranku, Muhammad Nabiku, Islam Agamaku, Kitab Al-Qur’an Panutanku.
Rukun Islam Ada 5: Pertama Ucap Dua Kalimat Syahadat, Keduanya Sholat, Ketiga Berpuasa, Keempat Zakat, Kelima Pergi Haji.
Rukun Iman Ada 6 : Iman Kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kitab-Kitab Allah Serta Nabi dan Rosul Iman Hari Qiyamat Qodho’ dan Qodar.
Rukun Islam Harus Dikerjakan, Rukun Iman Diyakini. 2X

Hymne TPQ Bumi Damai Al-Arifin
Mulai kecil kami Sudah Diajarkan
Belajar Baca Tulis Al qur’an
Supaya Kita Bisa Do’akan.
Orang Tua yang Membutuhkan 2X

Ya Allah Tuhan Semesta Alam
Jadikan Kami Pecinta Qur’an
Jadikan Qur’an Sbagai Penerang
Waktu Esok Qiyamat Datang  2X

TPQ Bumi Damai Al-Arifin
Masjid Nurul Iman Desa Panaragan
Mengkaji Qur’an , Kepesantrenan
Semoga Kita Damai dan Aman  2X

Ayo Semua Ngaji TPQ
Membawa Qur’an Serta Turutan
Sholat dan Ngaji Secara Rutin
Jangan Lupa waktu Main 2X

Aqoid 50


SIFAT WAJIB dan SIFAT MUSTAHIL ALLAH
No
Sifat Wajib
Artinya
Sifat Mustahil
Artinya
1
وُجُوْد
Ada
عَدَم
Tidak ada
2
قِدَم
Dahulu
حُدُوْث
Baru
3
بَقَاء
Kekal Selamanya
فَنَاء
Rusak
4
مُخَالَفَةُ لِلْحَوَادِث
Berbeda dengan makhluknya
مُمَاثَلَة لِلْحَوَادِث
Sama dengan makhluknya
5
قِيَامُهُ بِنَفْسِه
Berdiri sendiri
اِحْتِيَاج اِلىَ غَيْرِهِ
Butuh kepada yang lain
6
الوَحْدَانِيَّة
esa
تَعَدُّد
Berbilangan
7
القُدْرَة
Berkuasa
عَجْز
Itu Lemah
8
اِرَادَةٌ
Berkehendak
كَرَهَةُ
Terpaksa
9
عِلْمٌ
Maha tahu
جَهْل
Itu Bodoh
10
حَيَاة
Maha Hidup
مَوْت
Itu Mati
11
سَمَع
Mendengar
صَمَم
Tuli
12
بَصَر
Melihat
عَمَى
Yang Buta
13
كَلَام
Berbicara
بُكَم
Itu Bisu
14
قَادِرا
Dzat yang kuasa
عَاجِزًا
Dzat yang Lemah
15
مُرِيْدا
Dzat yang berkehendak
كَرِيْهًا
Dzat yang Terpaksa
16
عَالِمًا
Dzat yang tahu
جَاهِلًا
Dzat yang Bodoh
17
حَيًّا
Dzat yang Hidup
مَيِّتًا
Dzat yang Mati
18
سَمِيْعًا
Dzat yang dengar
اَصَمَّ
Dzat yang Tuli
19
بَصِيْرًا
Dzat yang Melihat
اَعْمَى
Dzat yang Buta
20
مُتَكَلِّمًا
Dzat yang maha Berbicara
اَبْكَمَ
Dzat yang maha Bisu
SIFAT JAIZ ALLAH

No
Sifat Jaiz Allah
Artinya
1
فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ اَوْ تَرْكُهُ
Allah mampu mengerjakan sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya

SIFAT WAJIB dan SIFAT MUSTAHIL RASUL
No
Sifat Wajib
Artinya
Sifat Mustahil
Artinya
1
صِدِّيْقْ
Benar
كَذِبْ
Bohong
2
اَمَانَةْ
Dapat Dipercaya
خِيَانَةْ
Tidak Dapat Dipercaya
3
تَبْلِيْغْ
Menyampaikan
كِتْمًا
Menyembunyikan
4
فَطَانَة
Cerdas Artinya
بَلَدَهْ
Bodoh Artinya
SIFAT JAIZ RASUL

No
Sifat Jaiz Allah
Artinya
1
الْأَعْرَاضُ الْبَشَرِيَةُ الَّتِيْ لَا تُؤَدِّي لِنَقْصٍ فِي مَرَتِبِهِمُ الْعَلِيَّةِ
Para Rosul itu memiliki sifat yang dimiliki manusia seperti umumnya, Namun Tidak Mengurangi Derajatnya Rasul sedikitpun, Seperti Minum, Makan dan Sakit


Buku Pedoman

Membayar Pajak membantu Pendidikan

Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bert...