Kamis, 13 Juni 2024
Membayar Pajak membantu Pendidikan
Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan
Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bertekad bulat untuk meninggalkan jauh-jauh harta itu. Karena mengerti akan bahaya-bahaya dan racun-racun yang terselip didalamnya. Harta selalu dikejar-kejar dan dicintai, karena harta itu memang merupakan alat untuk apa saja, kapan saja, dan dimana saja, asal masih berada di bumi kita ini, harta itu dengan mudah dapat digunakan untuk mencapai bermacam-macam tujuan, kebutuhan, dan kesenangan, baik kesenangan lahir maupun batin. Ingin makan enak, minum yang enak, tidur diatas Kasur yang lunak, berfoya-foya dengan seribu kesenangan, juga ingin melepaskan hawa nafsu yang sepuas-puasnya, itu kesemuanya dapat diperoleh dengan harta. Itulah sebabnya manusia berjuang mati-matian dengan segala upaya dan kemampuan yang ada, untuk menghasilkan dan meraih harta.
Orang yang mau bertaqwa kepada Allah Subhanahu wata’ala salah satu syaratnya adalah mereka yang mau menginfaqkan dari sebagian hartanya untuk bershodaqoh. Menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa mereka yang menzakati harta-harta mereka seperti Abu Bakar dan para sahabat-sahabat yang lain.
Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman dalan surat Al-Baqoroh ayat 3 :
Artinya : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Menurut Sebagian Ulama’ bahwa didalam iman itu ada keselamatan di akhirat, didalam sholat ada munajat dengan Allah, dan didalam Infaq untuk menambah derajat seseorang.
Didalam Tafsir As-Showi dijelaskan Infaq disini adakalanya Infaq wajib seperti zakat mal, memberi nafkah kedua orang tua dan keluarga, serta membayar pajak bagi warga indonesia. Atau infaq yang sunnah seperti meluaskan nafkah untuk keluarga, membantu kerabat ataupun fakir miskin didalam maupun luar negri.
Sebagai warga Indonesia membayar pajak merupakan kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan ataupun dilupakan. Sebab apapun yang kita punya harus dipajakkan. Tujuannya banyak sekali, yang paling utama adalah berterimakasih kepada pemerintah untuk semua fasilitas negara yang kita pakai seperti Pendidikan, Kesehatan, jalan, dan lain sebagainya.
Manfaat pajak sendiri untuk warga Indonesia sangatlah banyak. Salah satu contoh dalam Pendidikan, pajak sangat membantu Masyarakat yang kurang mampu untuk tetap mendapatkan Pendidikan gratis sampai sekolah menengah atas (SMA), bahkan sampai Perguruan Tinggi. Kalau semua penduduk di negara Indonesia ini taat membayar pajak, maka keuangan negara akan stabil dan bisa digunakan untuk kepentingan mencerdaskan bangsa dengan membuat banyak unit Pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
5% pajak yang kita keluarkan setiap tahun itu sangatlah sedikit dibanding sisanya. Jika kita punya harta misalnya 3.500.000 maka hanya 175.000 saja yang kita keluarkan untuk Negara, sisanya masih 3.325.000. masih banyak sisanya daripada membayar pajaknya.
Orang yang membayar pajak sama dengan orang yang bangga dengan negaranya sendiri, sebab hanya pajak itu yang bisa kita berikan untuk membantu perekonomian negara. Sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya kita membayar pajak sesuai dengan prosedur pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak.
Kita bisa mengambil contoh dalam agama islam. Allah SWT memberikan kebahagiaan dua hari raya untuk kaum muslim yaitu idul fitri dan idul adha. Sebelum idul fitri umat islam diwajibkan untuk zakat fitrah sebagai tanda kepedulian terhadap sesama manusia. Sebelum idul adha Allah SWT juga menganjurkan menyembelih hewan qurban bagi yang mampu sebagai bentuk ibadah sosial kepada masyarakat yang tidak mampu. Maka dari itu didalam negara Indonesia pemerintah membuat undang-undang wajib pajak sebagai bentuk terimasih kepada negara Indonesia, namun hanya orang-orang cinta tanah air lah yang memiliki kesadaran tinggi tentang membayar pajak.
Salah satu manfaat pajak yang kita bayar melalui direktorat jenderal pajak dengan membuat NPWP adalah membantu pemerintah dalam membangun dan mengelola infrastruktur Pendidikan mulai SD hingga perguruan Tinggi, membayar Tunjangan untuk guru, sehingga semua Guru mendapatkan gaji yang sesuai dengan tugasnya mencerdaskan bangsa, memberikan beasiswa bagi yang berprestasi baik akademik maupun non akademik supaya mereka yang berprestasi masih bisa melanjutkan Pendidikan sampai tuntas. Maka dari itu dengan kesadaran kita membayar pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sangat membantu dan menghidupkan Pendidikan di Indonesia.
Seorang Ulama’ Imam Madzhab Besar yaitu Imam Syafii membuat syiiran yang berbunyi: Jadilah seorang ahli fiqih dan ahli tasawuf dan jangan tinggalkan salah satunya karena sesungguhnya Demi Allah aku menasihatimu. Karena orang yang ahli fiqih saja hatinya akan mengeras tidak takut kepada Allah. Sedangkan orang yang hanya Ahli tasawuf saja tidak paham fiqih maka dia adalah orang bodoh. Bagaimana orang bodoh akan menjadi baik?.
Orang yang ahli fikih dan ahli tasawuf adalah salah satu ciri orang yang taat pada Allah SWT, Rosulullah SAW dan Pemerintah. Selama pemerintah tidak memerintah kepada kemunkaran.
Rabu, 12 Juni 2024
Teks Khutbah; Hari Raya dan Kegembiraan Bersama
Hari Raya dan Kegembiraan Bersama
Disusun Oleh : Muhayatsah
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: ياَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ وقَالَ ايضاإِنَّآ اَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرِ. فَصَلِّي لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّآ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Mengawali khutbah Jum’at pada pagi hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allâh, kapan pun dan di mana pun kita berada serta dalam keadaan sesulit apa pun dan dalam kondisi yang bagaimana pun, dengan cara melaksanakan segenap kewajiban dan menjauhi segala larangan Allâh .
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Hari raya sejatinya adalah hari yang dirayakan setelah seorang hamba melakukan berbagai ketaatan dan penghambaan kepada Allâh . ‘Îdul fithri sejatinya adalah bagi mereka yang telah sungguh-sungguh melaksanakan ibadah puasa dan berbagai ibadah di bulan Ramadlân. Dan ‘îdul adh-hâ sejatinya adalah bagi mereka yang telah menjalankan rukun haji yang paling utama, yaitu wukuf di ‘Arafah, atau bagi mereka yang telah sungguh-sungguh melakukan ketaatan dan ibadah pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Merekalah yang sejatinya berhari raya. Sedangkan orang-orang yang tidak mendahului dua hari raya dengan berbagai ketaatan dan ibadah, lalu apa yang mereka rayakan?
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Hari raya sejatinya bukanlah hari kegembiraan bagi sebagian orang. Pada hari raya, semestinya yang berbahagia bukanlah orang-orang tertentu. Seharusnya kita semua bergembira. Seharusnya kita semua berbahagia. Karena hari raya sejatinya adalah hari raya seluruh umat. Hari raya adalah kegembiraan umat Islam di seluruh dunia. Hari raya adalah kegembiraan bersama.
Zakat fitrah yang mengiringi ‘îdul fithri dan kurban yang mengiringi ‘îdul adh-hâ adalah bukti bahwa Islam menggariskan agar hari raya melahirkan kegembiraan bersama. Orang yang mampu berzakat fitrah, maka ia berikan zakatnya kepada orang-orang fakir dan miskin. Orang yang mampu berkurban, maka ia bagikan daging hewan kurban kepada orang-orang yang tidak mampu, yang sebagian dari mereka mungkin hanya merasakan daging setahun sekali. Dengan itu, kegembiraan akan merata. Kegembiraan akan dirasakan oleh sebanyak-banyaknya umat Islam.
Dari titik ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan dan menggembirakan mereka dengan zakat dan daging kurban adalah sesuatu yang semestinya selalu mengiringi setiap momen hari raya. Hakikat hari raya adalah kegembiraan bersama, kasih sayang, empati dan berbagi kepada sesama.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Sebagai upaya untuk menjadikan hari raya sebagai kegembiraan bersama, kita seyogyanya menyambut hari raya dengan mempersiapkan diri kita untuk berbagi dengan yang lain. Menjelang hari raya, kita persiapkan diri kita untuk membantu sesama, meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan menghilangkan kesedihan mereka dengan menyumbangkan sebagian harta kita. Jika tidak mampu, maka dengan ucapan- ucapan yang indah yang dapat menghibur hati mereka, dengan sapaan dan senyuman tulus kepada mereka serta lantunan doa untuk kebaikan mereka.
Ketika kita berkumpul bersama ayah-ibu kita, bersama anak-anak kita, teman-teman kita dan orang-orang yang kita cintai dalam suasana makan bersama pada momen hari raya, ingatlah bahwa di sana masih banyak anak- anak yatim yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka. Di sana ada janda-janda yang bekerja membanting tulang mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak mereka. Ingatlah bahwa di berbagai tempat banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Di berbagai daerah masih banyak orang yang kesulitan mencari nafkah. Paling tidak, kita lantunkan doa untuk mereka pada hari yang penuh keberkahan ini. Pada hari yang semestinya semua orang bergembira, mereka menahan kesedihan, merasakan perihnya kehidupan dan menanggung beban hidup yang serba kesulitan. Kita selipkan doa untuk mereka di tengah kegemberiaan kita.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Kita hadirkan dalam hati bahwa pada saat kita membantu orang-orang yang membutuhkan atau mendoakan mereka, pada hakikatnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kita renungkan dan kita hadirkan dalam hati kandungan makna dari ayat-ayat berikut ini:
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
Artinya: Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. pabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai. (QS. Al-Isro’:7).
Sejarah Qurban Berawal Saat Nabi Ibrahim begitu sayang kepada anaknya Ismail, ternyata dalam tidurnya Beliau Nabi Ibrahin bermimpi menyembelih dan mengurbankan putra tersayangnya itu. Saat itu, Nabi Ismail sudah bisa membantu ayahnya dalam setiap pekerjaan-pekerjaannya. Ia sudah tumbuh menjadi anak yang bisa bertanggung jawab.
Nabi Ibrahim sangat bingung menyikapi mimpinya. Ia tidak lantas membenarkan, namun tidak pula mengingkari. Nabi Ibrahim merenunginya beberapa kali dan memohon kepada Allah untuk memberi petunjuk yang benar kepada-Nya. Setelah malam yang sangat membingungkan itu selesai, ternyata malam kedua juga datang kepadanya mimpi yang sama, begitupun dengan malam ketiga. Setelah mimpinya yang ketiga, barulah Nabi Ibrahim meyakini dan membenarkan, bahwa mimpi itu benar-benar nyata dan harus dilaksanakan.
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Mari kita renungkan bersama, hadirin sekalian. Di tengah berbagai problem kehidupan, marilah kita meneladani apa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrâhîm dan Ismâ’îl ketika diuji oleh Allâh dengan ujian yang sangat berat tersebut.
Berkat ketakwaan, sikap sabar, tawakal, keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allâh dan ketundukan yang total kepada-Nya, Nabi Ibrâhîm dan Isma’il pada akhirnya mendapatkan jalan keluar dan pertolongan dari Allâh .
Kita harus yakin bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita bersabar. Kita harus yakin bahwa di setiap musibah pasti ada hikmah, jika kita bertawakal. Kita harus yakin bahwa di setiap masalah, pasti akan kita temukan jalan keluar, jika kita bertakwa. Dan kita yakin bahwa di setiap kesusahan pasti ada kebahagiaan, jika kita tunduk total kepada Allâh .
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Akhirnya kita berdoa, semoga Allâh menghindarkan negara kita secara khusus dan seluruh negeri umat Islam dari segala bala’, musibah, wabah, melambungnya harga, kemungkaran, keburukan, kekejian, berbagai kesulitan dan kesusahan.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ
Teks Khutbah Intisari Ibadah Kurban
Intisari Ibadah Kurban
Disusun Oleh : Abdul Jabar
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: ياَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ وقَالَ ايضاإِنَّآ اَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرِ. فَصَلِّي لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّآ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Setiap tahun seluruh umat Islam di dunia merayakan hari raya Idul Adha, biasa kita kenal juga hari raya Kurban. Peristiwa ini menjadi sebuah gerakan sosial yang luar biasa, di negara Indonesia sendiri kalau kita sensus jumlah kurban, mungkin jumlahnya bisa puluhan ribu, atau ratusan ribu, atau bahkan jutaan, yang jelas sangat banyak orang-orang melaksanakan ibadah kurban, karena penyembelihan hewan kurban hampir dilakukan dari mulai mushola tingkat RT sampai Presiden.
Hukum kurban ada yang sunah dan ada yang wajib. Kurban yang wajib adalah kurban karena nadzar. Bagi orang yang kurban wajib atau kurban nadzar maka haram hukumnya ikut memakan daging kurban. Sedangkan apabila kurban sunah, orang yang berkurban boleh memakan dagingnya.
Ketika kita pernah nadzar kurban. Misalnya: ketika anak kita umur 1 tahun lebih belum bisa jalan, dibawa kedokter, kemudian dokter bilang “tidak apa-apa, anaknya sehat”. Saking senangnya mendengar kata dokter sehingga kita sebagai orang tua nadzar untuk ber kurban. Oleh dokter itu disarankan dibawa ke dokter yang punya terapi dan akhirnya anak kita bisa berjalan. Sehingga pada hari raya idul adha kurban dan tidak boleh memakan dagingnya. Karena kurban nadzar/ wajib.
Waktu kurban dimulai pada naikya matahari saat hari nakhr atau hari raya idul adha. Kurban dihukumi sah mulai munculnya matahari dan lewat sekira dua rokaat dan dua khutbah. Sederhananya menyembelih kurban adalah setelah sholat idul adha.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Ada beberapa Intisari Ibadah Kurban yang mana itu sangat penting untuk diperhatikan, diantaranya :
Yang Pertama ibadah kurban tidak berhenti pada prosesi penyembelihan hewannya saja, melainkan bagaimana keikhlasan seorang mukmin dalam memenuhi perintah Allah. “Sebagaimana ditegaskan di dalam Al Qur’an yang kurang lebih maknanya adalah yang mencapai keridhaan Allah itu bukan daging atau darah hewan kurban, melainkan sifat keikhlasan yang berkurban itulah sebagai puncak pencapaian keridhaann Allah. Untuk mengenang kebesaran jiwa antara seorang ayah yang bernama Nabi Ibrahim AS yang sangat berjiwa besar dan ikhlas rela mengorbankan kpentingan pribadi dan keluarganya, terbukti Ia pun bersedia melaksanakan perintah meneyemeblih anaknya atas dasar kebenaran (dari perintah agama). Juga mengenang kesabaran dan ketaatan Sang anak yang sangat berbakti pada orang tuanya, Ia bernama Nabi Ismail as yang ikhlas mau disembelih sebagai qurban oleh ayahnya dengan landasan kebenaran.
Yang kedua Waktu penyembelihan kurban adalah saat terbit matahari 10 Dzulhijah dan setelah sholat idul adha (dua rokaat dan dua khutbah) sampai habisnya hari tasriq yaitu tanggal 13 Dzulhijah. Tasriq maknanya adalah hari mengeringkan daging karena di Makah saat itu banyak yang menyembelih kambing dan unta. Sehingga di keringkan dagingnya. Dan dinamakan hari tasriq.
Yang ketiga Jenis Hewan yang bisa dibuat kurban adalah Unta, sapi atau kerbau, dan kambing, baik Domba maupun kambing kacang. Batasan usia untuk sapi atau kerbau adalah umur 2 tahun, kambing Domba adalah umur 1 tahun lebih atau kurang dari 1 tahun (diatas 6 bulan), tetapi sudah lepas giginya, dan kambing kacang yang berumur 2 tahun lebih.
Yang keempat seperti yang dijelaskan didalam kitab Fathul Qorib yang intinya kita tidak boleh menjual sebagian dari binatang qurbannya yaitu daging dan bulu dan kulitnya. Dan wajib memberi makan bagian dri binatang qurban yang sunnah kepada orang faqir dan miskin.
(وَلَا يَبِيْعُ) أَيْ يَحْرُمُ عَلَى الْمُضَّحِيْ بَيْعُ شَيْئٍ (مِنَ الْأُضْحِيَّةِ) أَيْ مِنْ لَحْمِهَا أَوْ شَعْرِهَا أَوْ جِلْدِهَا وَيَحْرُمُ أَيْضًا جَعْلُهُ أُجْرَةً لِلْجَزَارِ وَلَوْ كَانَتِ الْأُضْحِيَّةِ تَطَوُّعًا (وَيُطْعِمُ) حَتْمًا مِنَ الْأُضْحِيَّةِ الْمُتَطَوِّعَةِ بِهَا (الْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِيْنَ) وَالْأَفْضَلُ التَّصَدُّقُ بِجَمِيْعِهَا إِلَّا لُقْمَةً أَوْ لُقَمًا يَتَبَرَّكُ الْمُضَّحِيْ بِأَكْلِهَا فَإِنَّهُ يُسَنُّ لَهُ ذَلِكَ، وَإِذَا أَكَلَ الْبَعْضَ وَتَصَدَّقَ بِالْبَاقِيْ حَصَلَ لَهُ ثَوَابُ التَّضْحِيَّةِ بِالْجَمِيْعِ وَالتَّصَدُّقِ بِالْبَعْضِ
Yang Kelima Qabil dan Habil disuruh untuk berkurban. Qabil yang seorang petani berkurban dengan hasil kebun miliknya. Sementara Habil yang hidup sebagai peternak berkurban dengan seekor kambing terbaik yang ia miliki. Jika kurban Habil diterima Allah SWT, tidak demikian dengan Qabil.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Beberapa Intisari atau poin utama Ibadah Kurban tidak lain adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan ikhlas sebagai salah satu sifat yang menjadi murninya amal kita hanya untuk Allah Subhanahu wata’ala. Semoga kita semua sebagai hambaNya selalu menyertakan sifat ikhlas dalam setiap amal yang kita lakukan. Amiiiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ
Teks Khutbah Jum'at; Istiqomah Berqurban Setiap Tahun dengan Menabung
Istiqomah Berqurban Setiap Tahun dengan Menabung
Disusun Oleh : Maharuddin
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: فَصَلِّي لِرَبِكَ وَانْحَرْ
Hadirin Jamaah Jumát Rahimakumullah
Di dalam kitab I'anatut Tholibin yaitu kitab syarah dari kitab Fathul Mu'in tentang kurban. Kurban menurut Imam Syafii hukumnya adalah sunah muakadah. Atau sunah yang sangat dianjurkan. Dasar dari kesunahan qurban adalah surat al-Kautsar ayat ke-2.
فَصَلِّي لِرَبِكَ وَانْحَرْ
Perintah Sholat dalam ayat tersebut adalah perintah mendirikan sholat idul adha. Dan setelah sholat idul adha maka kita disunahkan untuk menyembelih hewan qurban.
Nabi Muhammad Shollollohu Alaihi Wasallam juga bersabda :
ما عمل ابن آدم من عمل يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم ، وإنه ليؤتى يوم القيامة ، بقرونها وأشعارها وأظلافها ، وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع بالأرض ، فطيبوا بها نفسا
Artinya : Tidak ada amalan anak adam pada hari nakhr atau hari idul adha yang lebih disukai Allah melebihi mengalirkan darah (menyembelih kurban), Karena kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduk dan kuku-kukunya. Dan darah yang mengalir sebelum turun ke bumi menjadikan ridla Allah Swt. Sehingga ketika kurban, perbaiki lah hatimu yaitu niat karena Allah Subhanahu Wata’ala.
Hadirin Jamaah Jumát Rahimakumullah
Sebagian pendapat mengatakan tentang hadist tersebut bahwa apabila seorang mampu kurban makan kurbanlah sapi, atau kambing, atau bahkan ayam juga boleh yang penting mengalirkan darah. Tapi pendapat itu bukan pendapat Imam Syafii. Nabi juga bersabda :
عظموا ضحاياكم ، فإنها على الصراط
Kurbanlah dengan sapi yang besar. Atau jika kambing maka kurbanlah dengan kambing yang gemuk. Karena kurban adalah tunggangan melewati Shiratal Mustaqim. Kita apabila pernah melakukan berkurban berarti telah memilki tunggangan melewati shiratal mustaqim. Sebaliknya orang yang belum pernah kurban berarti dia belum memliki tungangan besok.
Siapakah orang yang disunahkan berkurban?. Mereka adalah : (1) Orang yang merdeka, (2) Orang yang mampu yaitu orang yang memilki rezeki yang lebihi dari kebutuhannya saat idul adha dan hari tasriq.
Hadirin Jamaah Jumát Rahimakumullah
Jika Kita memiliki niat yang kuat, keinginan yang kuat niscaya setiap tahunnya kita bisa mengikuti kegiatan sunnah berqurban dengan cara menabung. Misalnya setiap hari kita menabung minimal Rp. 10.000 saja, kemudian dimasukkan kedalam wadah tabungan atau dititipkan ke Bank atau pada panitia Qurban dalam waktu setahun kita sudah mendapatkan Rp. 3.650.000, dan itu sudah sangat cukup, bahkan lebih untuk Qurban. Hal yang sulit adalah Istiqomah dalam hal menabung, membiasakan diri untuk setiap hari menabung, membiasakan diri mengeluarkan Sebagian dari penghasilan kita dalam hal kebaikan.
Batasan hewan kurban yaitu disunahkan berupa kambing domba yang sudah berumur 1 tahun. Atau belum umur setahun tapi gigi depannya sudah tanggal atau sudah powel. Atau kambing kacang dan sapi dan kerbau yang telah berumur 2 tahun lebih. Atau bisa juga unta yang umurnya sudah 5 tahun. Namun diindonesia unta tidak ada.
Hadirin Jamaah Jumát Rahimakumullah
Semoga kita semua diberikan Allah Keistiqomahan, Niat yang baik, serta keinginan yang kuat untuk berqurban setiap tahunnya dengan menabung. Amiiiiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
الخُطْبَةُ الثَّانيةُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Khutbah Jum'at; Menjemput Kendaraan Akhirat (Qurban)
Menjemput Kendaraan Akhirat (Qurban)
Disusun Oleh : Tio Dwi Jamara
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: ياَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ وقَالَ ايضاإِنَّآ اَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرِ. فَصَلِّي لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّآ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Setiap tahun seluruh umat Islam di dunia merayakan hari raya Idul Adha, biasa kita kenal juga hari raya Kurban. Peristiwa ini menjadi sebuah gerakan sosial yang luar biasa, di negara Indonesia sendiri kalau kita sensus jumlah kurban, mungkin jumlahnya bisa puluhan ribu, atau ratusan ribu, atau bahkan jutaan, yang jelas sangat banyak orang-orang melaksanakan ibadah kurban, karena penyembelihan hewan kurban hampir dilakukan dari mulai mushola tingkat RT sampai Presiden.
Tidak ada ibadah manusia pada hari raya Qurban yang lebih disukai Allah dari pada ibadah menyembelih binatang Qurban, sungguh binatang Qurban itu akan datang kelak pada hari kiamat lengkap dengan tanduk dan kakinya, dan sungguh sebelum darah hewan yang disembelih jatuh kebumi, ibadah tersebut telah diterima di sisi Allah, oleh karenanya lakukan ibadah tersebut dengan kerelaan hati.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Dalam hadits riwayat Tirmidzi dijelaskan, kurban bisa meningkatkan pengorbanan untuk kepentingan agama Allah dan menenangkan jiwa. di hari kiamat, seorang yang berkurban di hari raya Iduladha akan mendapatkan pahala yang banyak dan dahsyat. Hal ini sebagaimana tertera dalam hadis Rasulullah SAW:
عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Artinya: "Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkan lah jiwa dengan berqurban." (HR Tirmidzi).
Ibadah Qurban pada hari raya Idul Adha merupakan ibadah yang paling dicintai oleh Alloh Subhanahu Wataala, oleh karenanya Allah memperlakukannya lain dari pada yang lain, yaitu Allah mengabadikan ibadah Qurban tersebut dengan menjadikan pahalanya menjelma sama persis dengan binatang yang diqurbankan sampai dengan tanduk dan kakinyapun sama persis, yang nanti pada hari kiamat akan mendatangi pemiliknya. Perlakuan khusus kedua adalah : bahwa sebelum selesainya proses penyembelihan binatang Qurban, bahkan sebelum darahnya jatuh kebumi, ibadah ini telah diterima disisi Allah. Lain halnya dengan ibadah lain seperti shalat, puasa dan ibadah lain akan diterima disisi Allah minimal setelah ibadahnya selesai atau bahkan jauh setelahnya karena masih menggantung diantara langit dan bumi terlebih dahulu, tidak demikian halnya dengan ibadah Qurban, oleh karenanya nabi berpesan : “kalian lakukan ibadah Qurban tersebut dengan hati yang ikhlash”.
Adapun ketentuan berkurban, seekor kambing atau domba diperuntukkan untuk satu orang, sedangkan unta, sapi dan kerbau diperuntukkan untuk berkurban tujuh orang.
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Ketentuan ini dapat disimpulkan dari hadits berikut:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, “Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang.” (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 2322).
Hadirin Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah
Semoga Kita Semua diberikan Hidayah Oleh Alloh Subhanahu Wata’ala untuk dapat menyembelih hewan Qurban dengan Ikhlas Lillahi Ta’ala. Amiiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ
Langganan:
Komentar (Atom)
Buku Pedoman
Membayar Pajak membantu Pendidikan
Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bert...
-
Hari Raya dan Kegembiraan Bersama Disusun Oleh : Muhayatsah اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ الن...
-
Istiqomah Berqurban Setiap Tahun dengan Menabung Disusun Oleh : Maharuddin اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِش...
-
Dari JNE untuk Indonesia Oleh : M. Ali Mashudi Sebelum kita memberi motivasi untuk seluruh kurir yang bekerja di JNE, harus kita paham...