Virus Corona
dan Ikhtiar Mencegahnya
Oleh: M. Ali
Mashudi (Kepala TPQ Bumi Damai Al-Arifin Panaragan Jaya Tuba Barat)
Sehubungan
dengan gencarnya kabar mengenai virus corona, serta berbahayanya virus itu
Penulis mencba mempelajari dan memahami virus tersebut, meskipun secara pasti
penulis tidak akan bisa memahami dengan sedetailnya. Namun penulis akan mencoba
memberikan gambaran tentang virus corona, serta cara mengatasi agar tidak
terkena virus corona menurut berita yang penulis ikuti di media social.
Pengertian virus corona menurut sumber dari
detik.com merupakan Bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan
MERS ini persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang
tersebar di sekeliling permukaan virus. Detik.com meneruskan dikutip dari situs
LIPI, virus Corona memiliki
satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. Virus jenis ini bermutasi
lebih cepat dibanding DNA hingga satu juta kali. Kemudian virus Corona
Paramyxovirus juga sempat muncul dalam mesin pencarian Google. Keduanya adalah
virus yang berbeda meski sama-sama bisa menginfeksi manusia dari hewan.
Penyakit yang disebabkan Paramyxovirus adalah Respiratory Syncytial Virus
(RSV), Newcastle disease, dan parainfluenza.
Lebih jelas lagi detik.com menjelaskan gejala
virus corona dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention
(CDC), kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan ada yang menunjukkan gejala
dan tidak. Untuk kasus Coronavirus yang dilaporkan gejalanya adalah: demam, batuk
dan Napas pendek. Namun menurut CDC, gejala virus Corona mungkin
sudah terlihat mulai 2-14 hari. Perkiraan ini dibuat berdasarkan masa inkubasi
virus Corona dalam kasus MERS. Namun berbeda dalam kasus MERS, infeksi
2019-nCoV bisa menyebar dari pasien yang tidak menunjukkan gejala namun sempat
berkomunikasi dekat dengan orang lain.
Kemudian daripada itu dikutip dari media CNN
bahwa "Perlindungan terbaik adalah dengan mencuci tangan dan berhati-hati
saat kontak wajah dengan seseorang," ujar ahli kesehatan dari Northwell
Health, New York, Amerika Serikat, Eric Cioe-Pena, melansir Healthline.
Dalam hal mencuci tangan
Rosulullah sudah pernah mengajarkan kepada kita bahwa jika mau makan dan bangun
tidur hendaknya kita mencuci tangan dahulu, sebab kita tidak tahu apa yang kita
pegang dan sudah bersihkah tangan kita dari kotoran yang bias menyebabkan
penyakit, beliau sangat mencintai kebersihan sampai-sampai beliau mengatakan
kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka mafhum mukholafahnya jika orang itu
tidak mencintai kebersihan atau tidak menjaga kebersihan berarti belum beriman
secara sempurna.
Setelah berusaha mencegah virus corona secara
Dzohir, jangan sampai melupakan cara mencegah secara batin, yaitu dengan cara
Berdoa kepada Allah Swt. Karena secara tidak langsung kita hidup didunia ini
diinginkan oleh Allah serta rizki, jodoh dan mati sudah ditentukan oleh Allah
swt, maka sebagai Pemimpin di bumi “kholifah fi al-ard” kita harus
meyakini qodho’ dan qodar Allah supaya menjadi sempurna keimanan kita.
Dari beberapa kumpulan data tersebut penulis
menyimpulkan bahwa virus corona merupakan virus berbahaya yang bisa menyerang
manusia sehingga menyebabkan meninggal dunia kalau sudah tervonis terkena virus
tersebut, meskipun virus tersebut berasal dari negara china namun virus
tersebut sudah menyebar diberbagai Negara yang lain.
Kemudian daripada itu penulis juga
menyimpulkan bagaimana cara mencegah virus tersebut sesuai dengan anjuran
dokter dengan berpedoman Al-Qur’an dan hadist Rosulullah, berikut pemaparan
penulis beserta alasannya:
Yang pertama mencuci tangan sebelum makan dan
ketika bangun tidur, sebab penyakit bisa saja menyerang kapan saja lewat
sesuatu yang kita gunakan atau kita makan tidak bersih. dalam tulisan di Nu
Online A Muchlishon Rochmat menulis bahwa
Rosulullah selalu membiasakan hidup bersih. Mulai dari mencuci tangan sebelum dan
setelah makan, bercebok usai buang air besar dan air kecil, memotong kuku
tangan dan kaki, serta mandi. Rasulullah juga memberikan perhatian lebih kepada
kebersihan gigi. Mengapa? Karena kesehatan gigi dan gusi sangat krusial
terhadap pemeliharaan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karenanya,
misalnya, beliau menganjurkan umatnya untuk bersiwak. Bersih dalam hal ini penulis lebih
menganjurkan untuk Wudhu (Suci), sebab Allah menyukai orang yang mensucikan
diri (Berwudhu) bahkan Rosul sendiri selalu menjaga dirinya dengan tidak sampai
batal wudhunya. Perintah Dawamul Wudhu’ (selalu dalam keadaan wudhu)
juga pernah penulis dapatkan dari pesantren, dimana ketika pesantren mempunyai
hajat (pengajian akbar) maka pengasuh selalu menyuruh santri yang menjadi
panitia baik laki-laki maupun perempuan agar selalu menjaga wudhunya supaya
tidak batal. Ternyata manfaatnya sangat besar sekali orang yang menjaga
wudhunya (akan selalu merasa takut jika melanggar apa yang dilarang oleh Allah
dan Rosulnya).
Yang kedua menjaga daya tahan tubuh, sebab
dalam tubuh yang kuat akan dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit,
dalam tulisan di Nu Online A Muchlishon Rochmat
juga menulis bahwa Rosulullah mengonsumsi
makanan sehat, bersih, dan bergizi. Rasulullah mengetahui kandungan nutrisi dan
kualitas yang terkandung di dalam suatu makanan. Maka tidak heran jika beliau
menganjurkan umatnya untuk makan makanan tertentu dan melarang mengonsumsi
sebagian yang lainnya. Untuk mendapatkan nutrisi, Rasulullah tidak hanya
memakan satu makanan tertentu, misal buah-buahan seperti kurma, melon, labu,
ara, dan lainnya, tapi juga jenis makanan lainnya seperti susu murni, madu,
minyak zaitun, daging segar, telur, sayuran segar, dan lain sebagainya.
Namun madu adalah obat favorit Rasulullah. Dalam buku Revolusi Hidup Sehat ala
Rasulullah (Mohammad Takdir Ilahi, 2018), Rasulullah mengonsumsi segelas air
putih dicampur dengan madu ketika sarapan. Madu memang memiliki banyak manfaat.
Salah satunya adalah ‘membantu’ alat pencernaan dalam tubuh agar berfungsi
maksimal ketika mengolah makanan. Tidak hanya makan makanan bergizi, Rasulullah
juga mengajarkan cara atau adab makan agar hidup selalu sehat. Seperti makan
dengan menggunakan tangan kanan, mengambil makanan yang lebih dekat, tidak
meniup makanan panas, dan lain sebagainya. Tidak hanya menjaga kesehatan
dan memakan makanan bergizi, Rasulullah juga gemar berolah raga untuk menjaga
kesehatan diri. Berjalan kaki dan berlari merupakan jenis olah raga yang sering
dilakukan Rasulullah.
Yang terakhir kalau kita sudah melakukan usaha
dzhohir maka harus diakhiri dengan usaha bathin yaitu dengan cara berdoa kepada
Allah supaya kita dijadikan hambanya yang selalu mengingatNya, pandai bersyukur
dengan apa-apa yang diberikan Allah kepada kita, dan juga hamba yang ingin
Ibadahnya semakin baik dan lebih baik lagi kepadaNya. Karena itu Rosulullah
mengajarkan kita do’a “Allahumma Ainni ala dzikrika wasyukrika wahusni
ibadatika” yang artinya: Ya Allah Tolonglah aku (hambamu) untuk senantiasa
mengingat-Mu, Bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik hanya untuk-Mu. Sebab
dengan kekuatan doa apapun bisa terjadi, oleh karena itu Allah berfirman: yang
artinya “berdoalah kepada-Ku, pasti akan Ku kabulkan”. Perlu dipahami
bahwa penunis Bukanlah Pakar Kesehatan, Namun masih belajar dalam segala hal
yang berhubungan dengan dunia kepesantrenan. Semoga kita semua khususnya warga
Indonesia bisa terhindar dari virus yang baru-baru ini viral dengan nama corona
yang berasal dari wuhan china. Amiiiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar