Selasa, 03 Maret 2020

Virus Corona dan Ikhtiar Mencegahnya


Virus Corona dan Ikhtiar Mencegahnya
Oleh: M. Ali Mashudi (Kepala TPQ Bumi Damai Al-Arifin Panaragan Jaya Tuba Barat)
Sehubungan dengan gencarnya kabar mengenai virus corona, serta berbahayanya virus itu Penulis mencba mempelajari dan memahami virus tersebut, meskipun secara pasti penulis tidak akan bisa memahami dengan sedetailnya. Namun penulis akan mencoba memberikan gambaran tentang virus corona, serta cara mengatasi agar tidak terkena virus corona menurut berita yang penulis ikuti di media social.
Pengertian virus corona menurut sumber dari detik.com merupakan Bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus. Detik.com meneruskan dikutip dari situs LIPI, virus Corona memiliki satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. Virus jenis ini bermutasi lebih cepat dibanding DNA hingga satu juta kali. Kemudian virus Corona Paramyxovirus juga sempat muncul dalam mesin pencarian Google. Keduanya adalah virus yang berbeda meski sama-sama bisa menginfeksi manusia dari hewan. Penyakit yang disebabkan Paramyxovirus adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), Newcastle disease, dan parainfluenza.
Lebih jelas lagi detik.com menjelaskan gejala virus corona dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan ada yang menunjukkan gejala dan tidak. Untuk kasus Coronavirus yang dilaporkan gejalanya adalah: demam, batuk dan Napas pendek. Namun menurut CDC, gejala virus Corona mungkin sudah terlihat mulai 2-14 hari. Perkiraan ini dibuat berdasarkan masa inkubasi virus Corona dalam kasus MERS. Namun berbeda dalam kasus MERS, infeksi 2019-nCoV bisa menyebar dari pasien yang tidak menunjukkan gejala namun sempat berkomunikasi dekat dengan orang lain.
Kemudian daripada itu dikutip dari media CNN bahwa "Perlindungan terbaik adalah dengan mencuci tangan dan berhati-hati saat kontak wajah dengan seseorang," ujar ahli kesehatan dari Northwell Health, New York, Amerika Serikat, Eric Cioe-Pena, melansir Healthline.
Dalam hal mencuci tangan Rosulullah sudah pernah mengajarkan kepada kita bahwa jika mau makan dan bangun tidur hendaknya kita mencuci tangan dahulu, sebab kita tidak tahu apa yang kita pegang dan sudah bersihkah tangan kita dari kotoran yang bias menyebabkan penyakit, beliau sangat mencintai kebersihan sampai-sampai beliau mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka mafhum mukholafahnya jika orang itu tidak mencintai kebersihan atau tidak menjaga kebersihan berarti belum beriman secara sempurna.
Setelah berusaha mencegah virus corona secara Dzohir, jangan sampai melupakan cara mencegah secara batin, yaitu dengan cara Berdoa kepada Allah Swt. Karena secara tidak langsung kita hidup didunia ini diinginkan oleh Allah serta rizki, jodoh dan mati sudah ditentukan oleh Allah swt, maka sebagai Pemimpin di bumi “kholifah fi al-ard” kita harus meyakini qodho’ dan qodar Allah supaya menjadi sempurna keimanan kita.
Dari beberapa kumpulan data tersebut penulis menyimpulkan bahwa virus corona merupakan virus berbahaya yang bisa menyerang manusia sehingga menyebabkan meninggal dunia kalau sudah tervonis terkena virus tersebut, meskipun virus tersebut berasal dari negara china namun virus tersebut sudah menyebar diberbagai Negara yang lain.
Kemudian daripada itu penulis juga menyimpulkan bagaimana cara mencegah virus tersebut sesuai dengan anjuran dokter dengan berpedoman Al-Qur’an dan hadist Rosulullah, berikut pemaparan penulis beserta alasannya:
Yang pertama mencuci tangan sebelum makan dan ketika bangun tidur, sebab penyakit bisa saja menyerang kapan saja lewat sesuatu yang kita gunakan atau kita makan tidak bersih. dalam tulisan di Nu Online A Muchlishon Rochmat menulis bahwa Rosulullah selalu membiasakan hidup bersih. Mulai dari mencuci tangan sebelum dan setelah makan, bercebok usai buang air besar dan air kecil, memotong kuku tangan dan kaki, serta mandi. Rasulullah juga memberikan perhatian lebih kepada kebersihan gigi. Mengapa? Karena kesehatan gigi dan gusi sangat krusial terhadap pemeliharaan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karenanya, misalnya, beliau menganjurkan umatnya untuk bersiwak. Bersih dalam hal ini penulis lebih menganjurkan untuk Wudhu (Suci), sebab Allah menyukai orang yang mensucikan diri (Berwudhu) bahkan Rosul sendiri selalu menjaga dirinya dengan tidak sampai batal wudhunya. Perintah Dawamul Wudhu’ (selalu dalam keadaan wudhu) juga pernah penulis dapatkan dari pesantren, dimana ketika pesantren mempunyai hajat (pengajian akbar) maka pengasuh selalu menyuruh santri yang menjadi panitia baik laki-laki maupun perempuan agar selalu menjaga wudhunya supaya tidak batal. Ternyata manfaatnya sangat besar sekali orang yang menjaga wudhunya (akan selalu merasa takut jika melanggar apa yang dilarang oleh Allah dan Rosulnya).
Yang kedua menjaga daya tahan tubuh, sebab dalam tubuh yang kuat akan dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit, dalam tulisan di Nu Online A Muchlishon Rochmat juga menulis bahwa Rosulullah mengonsumsi makanan sehat, bersih, dan bergizi. Rasulullah mengetahui kandungan nutrisi dan kualitas yang terkandung di dalam suatu makanan. Maka tidak heran jika beliau menganjurkan umatnya untuk makan makanan tertentu dan melarang mengonsumsi sebagian yang lainnya. Untuk mendapatkan nutrisi, Rasulullah tidak hanya memakan satu makanan tertentu, misal buah-buahan seperti kurma, melon, labu, ara, dan lainnya, tapi juga jenis makanan lainnya seperti susu murni, madu, minyak zaitun, daging segar, telur, sayuran segar, dan lain sebagainya.  Namun madu adalah obat favorit Rasulullah. Dalam buku Revolusi Hidup Sehat ala Rasulullah (Mohammad Takdir Ilahi, 2018), Rasulullah mengonsumsi segelas air putih dicampur dengan madu ketika sarapan. Madu memang memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah ‘membantu’ alat pencernaan dalam tubuh agar berfungsi maksimal ketika mengolah makanan. Tidak hanya makan makanan bergizi, Rasulullah juga mengajarkan cara atau adab makan agar hidup selalu sehat. Seperti makan dengan menggunakan tangan kanan, mengambil makanan yang lebih dekat, tidak meniup makanan panas, dan lain sebagainya.  Tidak hanya menjaga kesehatan dan memakan makanan bergizi, Rasulullah juga gemar berolah raga untuk menjaga kesehatan diri. Berjalan kaki dan berlari merupakan jenis olah raga yang sering dilakukan Rasulullah.
Yang terakhir kalau kita sudah melakukan usaha dzhohir maka harus diakhiri dengan usaha bathin yaitu dengan cara berdoa kepada Allah supaya kita dijadikan hambanya yang selalu mengingatNya, pandai bersyukur dengan apa-apa yang diberikan Allah kepada kita, dan juga hamba yang ingin Ibadahnya semakin baik dan lebih baik lagi kepadaNya. Karena itu Rosulullah mengajarkan kita do’a “Allahumma Ainni ala dzikrika wasyukrika wahusni ibadatika” yang artinya: Ya Allah Tolonglah aku (hambamu) untuk senantiasa mengingat-Mu, Bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik hanya untuk-Mu. Sebab dengan kekuatan doa apapun bisa terjadi, oleh karena itu Allah berfirman: yang artinya “berdoalah kepada-Ku, pasti akan Ku kabulkan”. Perlu dipahami bahwa penunis Bukanlah Pakar Kesehatan, Namun masih belajar dalam segala hal yang berhubungan dengan dunia kepesantrenan. Semoga kita semua khususnya warga Indonesia bisa terhindar dari virus yang baru-baru ini viral dengan nama corona yang berasal dari wuhan china. Amiiiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buku Pedoman

Membayar Pajak membantu Pendidikan

Judul: Membayar Pajak membantu Pendidikan Harta adalah hal yang sangat disenangi dan dicintai setiap manusia, kecuali orang-orang yang bert...